Hal itu disampaikan Ketua Panitia Musyawarah Internasional Ke-2 I4, Victoria Lelu Sabon di Rusia melalui surat elektronik yang diterima detikcom, Sabtu (23/7/2011).
"Langkah strategis itu antara lain dengan mengamandemen AD/ART I4 serta pemilihan pimpinan I4 periode 2011-2013," tulis Sabon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah saatnya I4 fokus pada fungsinya sebagai agen penghubung antara dunia ilmuwan internasional dengan dunia inovasi di tanah air. Sebagai bangsa besar kita harus tetap optimis bahwa SDM ilmuwan kita tak kalah unggul dari ilmuwan asing," ujar Dr. Arif Satria, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB.
Diharapkan musyawarah ini mampu menghasilkan pemimpin berintegritas tinggi dan berkomitmen untuk mengembangkan I4 sesuai visi dan misinya. Selain itu isu strategis di kepengurusan mendatang adalah optimalisasi berbagai sumber daya yang ada dan sinergisasi antara ilmuwan di dalam dan luarnegeri.
Sebagai langkah awal sinergisasi adalah penyelenggaraan Kuliah Umum Dr.-Ing. B. J. Habibie untuk memotivasi ratusan pelajar, kandidat doktor dan ilmuwan Indonesia di Eropa (30/7/2011), diselenggarakan oleh PPI Aachen dan masyarakat Indonesia di Aachen bekerjasama dengan I4, the Habibie Center dan KBRI Berlin.
I4 dideklarasikan pada Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia di Den Haag (Juli 2009), yang ditindaklanjuti dengan Musyawarah Internasional I pada Oktober 2009 di Jakarta atas dukungan dari Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. dr. Fasli Jalal, PhD.
Salah satu program I4 bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional RI adalah menyelenggarakan Internasional Summit I4 pada Desember 2010.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Prof. Dr. Boediono tersebut telah berhasil mempertemukan para ilmuwan Indonesia di luar dan dalam negeri untuk melakukan konektivitas bersama serta meresmikan gugus-gugus keilmuan yang akan berkontribusi melalui berbagai jurnal ilmiah, pelatihan dan kerjasama riset. (es/es)










































