Tolak Capres Militer, Peserta Mogok Makan Nginap di Komnas
Sabtu, 26 Jun 2004 00:19 WIB
Jakarta -
Sekitar 45 aktivis Barisan Oposisi Bersatu (BOB) yang menggelar aksi mogok makan menolak capres berlatar belakang militer hingga kini, Sabtu (26/6/2004) dini hari, masih bertahan di Komnas HAM. Mereka bertekad bertahan sampai Senin (28/6/2004 besok).Gigih Guntoro, salah seorang peserta mogok makan yang juga Sekjen Liga Mahasiswa Nasional, menyatakan aksi ini digelar untuk menekan Komnas HAM agar menyelesaikan kasus pelanggaran HAM Tanjung Priok, kasus Semanggi I dan II, kasus 27 Juli, dan kasus-kasus lainnya."Kalau dalam tiga hari tidak ada respon, kami akan demo di KPU agar mendiskualifikasi capres pelanggar HAM," kata Gigih yang ditemui detikcom di halaman parkir Komnas HAM, Jl. Latu Harhari, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.10 WIB.Para aktivis itu menggelar aksinya dengan cara duduk dan tidur-tiduran. Mereka memasang tenda di halaman Komnas HAM. Para aktivis yang melakukan aksi mogok makan ini datang dari berbagai elemen yang tergabung dalam BOB, antara lain, dari Walhi, KPP PRD, LMND, dan GPK,Ketika ditanya tentang memorandum Komnas HAM yang menyatakan tidak berwenang memberikan perlindungan bagi digelarnya aksi ini, Gigih menyatakan, "Kalau Komnas HAM mengusir kita, maka korban penggusuran harus keluar juga. Kalau tidak maka ada tendensi politik karena aksi kita membawa isu-isu politik."Selain aktivis BOB memang ada belasan korban penggusuran yang menginap di Komnas HAM. Mereka bahkan sudah mengungsi di Komnas selama waktu yang cukup lama.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































