Penggerebekan tersebut berlangsung di rumah Harlen di Jl Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor. Harlen bahkan sempat terlibat aksi saling tolak pintu saat petugas Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan berusaha masuk ke dalam rumah.
Petugas akhirnya berhasil masuk setelah mendobrak pintu secara paksa dan melihat Harlen telah tergeletak di sofa ruang tengah. Beberapa petugas sempat menodongkan senjata ke arah karena menduga Harlen tertidur. Namun setelah diperiksa, ternyata telah meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas tidak melepaskan tembakan di dalam rumah. Korban terbaring di dalam rumah saat petugas masuk," kata Juli.
Guna memastikan penyebab pasti kematiannya, jenazah Harlen kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, untuk menjalani otopsi.
Harlen ditengarai sebagai salah seorang bandar sabu, dan telah jadi target operasi jajaran Polresta Medan dalam sebulan terakhir. Penggeledahan yang dilakukan polisi di dalam rumah, berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain enam paket sabu-sabu siap edar yang dikemas dalam plastik.
Selain itu, petugas juga menemukan alat hisap atau bong dan uang ratusan ribu rupiah yang diduga bersumber dari transaksi narkoba.
(rul/ape)










































