"Kalau KLB, kami diam saja tidak ikut, kita abstain," kata Soekarwo kepada wartawan di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Jumat (22/7/2011).
Soekarwo yang juga menjabat sebagai Gubernur Jatim ini menuturkan, prosedur penurunan ketua umum tidak bisa dilakukan sembarangan alias mengikuti aturan partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kabar Soekarwo yang mendapatkan perintah langsung dari pimpinan PD untuk mengkondisikan kepala daerah dari Demokrat agar menggulingkan Anas, pria yang biasa disapa Pakde Karwo ini membantahnya.
"Ha ha ha, iki isu anyar (isu baru). Saya hanya menjawab, pulang dari Swiss langsung ke Grahadi. Tanggal 17 bagi saya paling membanggakan diberikan lukisan yang lebih baik dari pada saya sendiri (sebagai bentuk HUT ke 61 Pakde Karwo tanggal 16 Juni)," katanya sambil tertawa.
Dirinya juga menolak isu bahwa pengumpulan DPC se-Jatim bukan untuk menggulingkan Anas. "Oh nggak. Untuk permintaan perkembangan konsolidasi DPC terhadap PAC, itu saja," jelasnya.
(gik/ndr)










































