"Pansel juga akan tracking soal nama-nama yang disebut Nazar. Semua yang lulus profile assesment akan kita lakukan tracking," kata Ketua Pansel yang juga Menkum HAM Patrialis Akbar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/7/2011).
Seperti diketahui, dalam wawancaranya di televisi, Nazaruddin menuding Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah dan Deputi Penindakan KP Ade Rahardja, melakukan deal dengan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum perihal kasus wisma atlet. Namun hal itu sudah dibantah Chandra dan Ade.
Patrialis mengatakan, tracking dilakukan sebelum proses wawancara. "Semua orang yang dilaporkan dengan pembuktian akan kita pertimbangkan untuk dicoret. Kita tak mau ikut kabar burung," ujarnya.
Namun dia memastikan, informasi sekecil apa pun tentang calon akan dikroscek pihaknya.
"Info Nazar pun bagian dari cek dan ricek, tapi sekarang tak bisa dijadikan dasar alasan untuk gagalkan orang lain," ujarnya.
(lrn/nrl)











































