"Semua (tim) bekerja, jadi bukan Nazaruddin seorang," ujar Sekretaris DPD PD, Irfan Gani dalam jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2011).
Irfan menjelaskan, terpilihnya Anas saat itu karena kader melihat sosoknya yang masih sangat muda tapi mempunyai kapabilitas untuk memimpin sebuah partai besar. Selain itu, dari hasil survey yang dilakukan internal partai, para kader di daerah sangat mendukung langkah Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa sosok yang diinginkan kader saat ini untuk menggantikan Nazaruddin sebagai Bendahara Umum DPP PD, mereka menyerahkan seluruhnya ke Ketua Umum. Tentunya kader berharap orang yang terbaik.
"Menentukan bendahara umum pengganti Nazaruddin itu hak prerogatif Ketua Umum, kita fungsionaris sebatas mengusulkan. Siapa yang kita usulkan, sebaiknya tidak usah disebut namanya, nanti malah tendensius," jelasnya.
Saat ini menurutnya, kursi bendum masih kosong dan belum tahu siapa yang akan menggantikan. Semua urusan keuangan partai saat ini dikendalikan oleh Wakil Bendahara Umum.
"Wabendum lah yang menopang kegiatan keuangan partai," tandasnya.
(lia/lh)











































