"Karakter dia tidak seperti ini. Ada pihak lain yang memancing di air keruh," kata Nuril dalam jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Jumat (22/7/2011).
Sayangnya Nuril enggan menyebut pihak mana yang memanfaatkan Nazaruddin. "Dia ini kan sangat dihormati Anas Urbaningrum. Tapi ada perubahan sikap ini, ya gitu. Ada perubahan 90 derajat pada karakter dia menyerang seorang Anas. Padahal selama ini cukup baik," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia kan pengurus harian. Sebagai bendum saya kira sebelum kasus ini dia cukup baiklah dalam komunikasi dengan Dewan Pembina. Lalu kemudian setelah kasus ini, hubungan jadi kurang harmonis. Akhirnya saya lihat hukum yang berjalan dan fakta-faktanya, ya ikuti saja proses hukum yang ada," tuturnya.
Nuril mengaku berkomunikasi terakhir dengan Nazaruddin pada 2 hari lalu. Saat itu dia membuatkan surat pengunduran diri untuk Nazaruddin sebagai sebagai anggota DPR dan kader Demokrat.
"Ya, tapi bukan saya yang antar. Ada staf satunya lagi," tambahnya.
Selama Nazaruddin di persembunyian, Nuril mengaku terus melakukan kontak. Namun dia mengaku tidak pernah menanyakan di mana posisi Nazaruddin. Nuril menambahkan sikap Nazar yang cenderung menyerang itu juga akibat merasa marah karena tidak dibantu, kemudian ada pihak lain yang memanfaatkan.
"Kalau saya lihat dia marah itu karena merasa tidak dibantu. Tapi di Indonesia ini susah, negara hukum. Tidak bisa dong kita melangkahi hukum," urai Nuril yang bergabung dengan Nazaruddin sejak April 2010 ini.
Nuril yang sudah mundur sebagai staf Nazaruddin sejak 2 hari lalu ini juga menyesalkan dirinya diseret-seret kasus eks bosnya itu. Dia siap memberi keterangan ke KPK kalau dibutuhkan.
"Sampai saat ini belum pernah dimintai keterangan. Justru koordinasi dengan KPK. Misal ada surat panggilan (untuk Nazaruddin), saya bilang ke saya saja karena rumah sudah kosong," ungkapnya.
Dia juga berharap Nazaruddin segera pulang ke Indonesia untuk membuktikan tudingan-tudingannya. "Itu yang saya sesalkan. Kalau memang punya bukti-bukti datang dong ke Indonesia. Buktikan itu ke KPK," terang Nuril yang di DPP PD menjabat sebagai Koordinator Biro Divisi Anggota.
(ndr/nrl)











































