Anna dan Putranya Minta BK DPR Pecat Ruhut Sitompul

Anna dan Putranya Minta BK DPR Pecat Ruhut Sitompul

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2011 14:23 WIB
Anna dan Putranya Minta BK DPR Pecat Ruhut Sitompul
Jakarta - Anna Rudhiantana Negawati akhirnya mengadukan Ruhut Sitompul yang mengingkari pernikahan dengan dirinya ke Badan Kehormatan DPR. Dia menuntut agar BK DPR mencopot keanggotaan politisi PD itu dari Komisi III DPR dan seluruh alat kelengkapan DPR.

"Sama sekali tidak ada motivasi politik dari pengaduan ini. Tidak ada pihak yang menunggangi saya," ujar Anna di ruang BK DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/7/2011).

Menurut Anna, prosesi pernikahannya dengan Ruhut berlangsung di Australia. Sebab di masa itu pernikahan pasangan yang berbeda keyakinan belum diwadahi menurut hukum di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling menyakitkan, pernyataannya bahwa hubungan kami adalah kumpul kebo. Selama 3,5 tahun dia tidak pernah pulang ke rumah, padahal jaraknya dekat saja," gugat Anna yang mengenakan blus warna ungu.

Anna datang bersama Kristian Husen Sitompul (20), putra hasil pernikahannya dengan Ruhut Sitompul. Kristian adalah pemenang medali emas dalam oliampiade tunagrahita di Yunani belum lama ini. Pasangan ibu dan anak tersebut diantar oleh Hotma Paris Hutapea, kuasa hukum mereka.

Menurut Hotma, Ruhut telah melakukan perbuatan pemalsuan identitas ketika menikah untuk yang kedua kali di Makassar. Di situs resmi DPR-RI disebutkan bahwa Ruhut mempunyai dua orang anak dan itu tidak termasuk Kristian Husen Sitompul, putra kliennya.

"Kepada BK DPR agar memanggil Ruhut karena telah melanggar sumpah dan kode etik DPR. Kami menuntut penghentian Ruhut sebagai anggota DPR, termasuk keanggotannya di Komisi III DPR dan seluruh kepanitiaan di DPR," ujar Hotma.

Wakil Ketua BK DPR, Nudirman Munir, yang menerima pengaduan tidak serta merta berjanji akan memenuhi tuntutan tersebut. Tapi politisi dari Partai Golkar itu memastikan BK DPR akan menangani kasus Ruhut dengan rasa kekeluargaan tinggi dan mengajak media massa untuk bersimpati.

"Kasus ini seperti mengambil rambut dalam tepung. Karena ini masalah keluarga, maka harus dengan kasih sayang dan kekeluargaan tinggi. Kepada media massa, mari kita bangun simpati terhadap kasus ini, tidak ada yang kalah dan menang," ujar Nudirman.


(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads