Menhut Punya Momongan dari Gajah Mira

Menhut Punya Momongan dari Gajah Mira

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2011 13:38 WIB
Menhut Punya Momongan dari Gajah Mira
Pekanbaru - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dalam kunjungan di Riau menyatakan siap punya momongan dari Mira (22). Gajah Sumatera ini sudah melahirkan bayi seberat 46,9 kg awal Juli lalu dan Menhut memberinya nama Raja.

"Wah saya senang sekali dan bersyukur atas kelahirannya. Saya pengen melihatnya langsung. Saya bersedia jadi bapak angkatnya," kata Zulkifli Hasan sembari tersenyum lebar kepada wartawan, di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Jumat (22/7/2011).

Mira merupakan gajah jinak milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam program Flying Squad yang ditempatkan di pintu masuk kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau. Mira melahirkan bayinya pada 5 Juli lalu dan sampai sekarang bayi gajah itu belum diberi nama.

"Kalau bayinya betina saya beri nama Ratu. Tapi kalau jantan, saya beri nama Raja," kata Zulkifli.

Karena bayi gajah yang dilahirkan Mira berjenis kelamin jantan, maka dengan sendirinya Menhut telah memberikan nama Raja. "Saya akan segera menjenguk bayi gajah itu. Saya pengen sekali untuk melihatnya langsung. Pokoknya saya bersedia jadi bapak angkatnya," kata Zulkifli tersenyum lebar.

Ditempat terpisah Humas WWF Indonesia di Riau, Syamsidar kepada detikcom menyebutkan, kiranya Menhut tidak sebatas memberikan nama bayi gajah tersebut. Namun jauh dari itu, kiranya Menteri juga dapat menggugah perusahaan lainnya untuk melakukan program Flying Squad seperti yang dilakukan PT RAPP.

Menurut WWF, kawasan Taman Nasional Tesso Nilo masih dibutuhkan lagi adanya Flying Squad untuk dapat menghindari konflik gajah dengan masyarakat. Kawasan taman nasional Tesso Nilo merupakan salah satu kantong gajah liar di Riau. Jika gajah jinak semakin banyak, mereka bisa menjaga gajah liar agar tidak keluar taman nasional dan tidak berkonflik dengan masyararakat.

"Kita juga minta peran Menhut untuk menggugah perusahaan perkebunan dan kehutanan di Riau agar membuat program Flying Squad itu demi kelestarian gajah dari berbagai ancaman kepunahan saat ini," kata Syamsidar.

(cha/fay)


Berita Terkait