Ibas mengatakan Rakornas yang akan diselenggarakan di Sentul, Jawa Barat, pada 23-24 Juli sudah siap dilaksanakan.
"Akan ada penegasan komitmen bagi seluruh kader partai untuk menjunjung setinggi-tingginya penegakan hukum dan mendukung sepenuhnya pemberantasan korupsi yang dicanangkan pemerintah. Selain itu, akan ada juga konsolidasi dan evaluasi secara keseluruhan kinerja partai sejak kongres di Bandung tahun lalu," papar Ibas melalui siaran pers kepada wartawan, Jumat (22/7/2011).
Dikatakan dia, Partai Demokrat sangat serius dalam mendorong kader-kadernya agar fokus menjalankan amanah rakyat yang diembannya.
Menanggapi desakan 'bersih-bersih' kader bermasalah, Ibas menjelaskan langkah koreksi yang dilakukan DPP PD akan mengacu pada prosedural partai sesuai AD/ART Partai Demokrat.
"Koreksi adalah hal yang lumrah dalam membangun organisasi partai agar semakin berkualitas. Terkait kader yang bermasalah, partai akan tetap berpegang teguh pada AD/ART Partai Demokrat sebagai landasan. Jika ada kader terduga masalah, maka akan kita tindak sesuai prosedur yang berlaku di internal partai. Ada teguran terbuka, tertutup, administratif dan tindakan disiplin lainnya," ujar anggota Komisi I DPR ini.
Politikus muda ini juga menambahkan, sikap tegas yang akan DPP putuskan terhadap kader bermasalah harus mengacu pada proses hukum yang berjalan di Tanah Air.
"Langkah koreksi harus berdasarkan oleh pembuktian hukum yang jelas, kuat dan secara terang benderang. Bukan karena rumor, isu, atau pesan-pesan yang beredar di media, apalagi fitnah," kata Ibas.
Selain konsolidasi dan evaluasi, agenda utama Rakornas Partai Demokrat juga akan membahas isu-isu nasional yang menjadi perhatian publik.
"Intinya, Rakornas ini akan menjadikan momentum refleksi individu kader dalam mempertahankan ruh Partai Demokrat sebagai partai yang bersih, cerdas dan santun, serta ajang pembuktian bahwa seluruh kader partai tetap mengedepankan membela kepentingan masyarakat," kata Ibas.
(lrn/aan)











































