Pembunuhan ini terjadi di RT 02/01, Kampung Pondok Kelor, Kelurahan Sepatan Timur, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, dengan luka gorokan di leher nyaris putus, Jumat (22/7/2011) dini hari. Tewasnya Yohanes diketahui orang tuanya pada sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat itu kedua orang tua korban, Iristian dan Yeni baru kembali dari acara keluarga di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Keduanya terkejut melihat Yohanes telah terkapar di ruang tamu dengan kondisi bersimbah darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aang mengaku, tidak tahu kejadian sebelumnya, karena saat itu Yohanes ditinggal sendiri di rumah. "Saya kurang tahu kejadiannya kapan, soalnya dia sudah ditemukan tewas. Di rumah juga tidak ada orang lain. Orang tuanya berangkat ke Curug sejak pukul 16.00 WIB, Kamis kemarin," tuturnya.
Aang mengatakan, kepastian barang yang hilang adalah emas 30 gram, uang Rp 2 juta diduga dibawa perampok. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sepatan. Sementara korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang.
Kapolres Kabupaten Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada membenarkan peristiwa perampokan disertai pembunuhan tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam.
"Kita masih menyelidiki berapa jumlah pelaku dan modusnya. Jumlah kerugian juga belum diketahui. Kita harus memeriksa beberapa saksi," katanya.
(fay/fay)











































