Pemilih Fiktif Kota Bandung 7 Ribu
Jumat, 25 Jun 2004 21:18 WIB
Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menemukan adanya 7.000 pemilih terdaftar untuk Pemilu Legislatif yang fiktif. Temuan ini diperoleh setelah KPU Kota Bandung mendata ulang pemilih di Kota Bandung."Setelah didata ulang, ternyata banyak ditemukan kartu-kartu fiktif, yang tidak dikenal alamatnya. Dan semuanya telah dicoret dari daftar pemilih tetap," kata Ketua KPU Kota Bandung Benny Moestofa di Bandung, Jumat (25/6/2004). Sehingga, jumlah dafar pemilih tetap (DPT) untuk Kota Bandung yang pada Pemilu Legislatif lalu mencapai 1,646 juta kini tinggal menjadi 1,639 juta pemilih. Dan DPT untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mempunyai akurasi yang lebih tinggi setelah melakukan pendataan ulang tersebut. Terhadap kartu-kartu suara fiktif tersebut, menurut Benny, akan dilakukan penarikan di PPK dan PPS. Benny menjamin kartu fiktif tersebut tidak akan disalahgunakan. "Itu tanggung jawab PPK dan PPS," katanya. Kendati jumlah DPT di Kota Bandung berkurang, tapi KPUD malah menambah jumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemilihan presiden. Penambahan ini dilakukan untuk meratakan jumlah pemilih di tiap TPS. "Untuk Pilpres jumlah TPS ditambah 34 dari 6.052 TPS yang sudah ada pada Pemilu Legislatif lalu," kata Benny. Sementara untuk surat suara dan logistik yang diperlukan untuk Pilpres 2004, menurut Benny, sudah 100 persen didistribusikan. Yang tersisa tinggal Formulir C yang hingga kini belum selesai dicetak oleh KPUD Jabar. Belum Serahkan DPTSementara Kabid Hukum dan Humas KPUD Jabar Heri Suherman mengungkapkan hingga saat ini masih terdapat empat kabupaten atau kota yang belum menyerahkan DPT. Kendati demikian, hal itu tidak mempengaruhi produksi logistik dan surat suara untuk Pemilihan Presiden. Menurutnya, pihak KPU Jabar menetapkan 2 Juni 2004 sebagai deadline penyerahan DPT untuk seluruh KPU Kab/Kota di Jawa Barat. Deadline tersebut selanjutnya diperpanjang hingga 7 Juni 2004. Namun hingga kini Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok belum menyerahkan DPT-nya. Diperkirakan di empat daerah tersebut terdapat 4 sampai 6 juta pemilih. Kendati belum seluruh KPUD Kab/Kota menyerahkan DPT-nya, menurut Heri, untuk kebutuhan surat suara disiapkan berdasarkan perkiraan DPT untuk Jawa Barat yakni 26.851.648 Pemilih. Diperikirakan terdapat penambahan 7 persen dari jumlah pemilih saat Pemilu Legislatif lalu. Untuk mengantisipasi kekurangan surat suara, menurut Heri pihaknya telah menyiapkan cadangan sekitar 1,35 juta surat suara. "Jadi ditambah dengan cadangan 2,5 persen seluruh surat suara yang ada sudah melebihi angka DPT perkiraan," katanya.
(gtp/)











































