"Saya juga tidak tahu dari mana itu surat. Tapi yang saya terima ini sifatnya tembusan dari Ketua DPR, kepada ketua fraksi, Sekjen dan Ketua Komisi VII. Kita baru terima kemarin," ujar Jafar Hafsah kepada detikcom, Jumat (22/7/2011).
Menurut Jafar, surat dari mantan Bendahara Umum PD itu tertanggal 20 Juli. Dalam surat itu pun tidak dicantumkan alamat pengirimnya. "Tidak ada, ini sifatnya tembusan saja," terang Jafar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sebagai anggota DPR itu ada prosedurnya. DPR itu kan tidak bisa memecat, yang bisa memecat itu partai. Jadi karena dia sudah dipecat dari partai, otomatis keluar DPR. Walaupun dia menyatakan mundur, dia sudah dipecat dulu," imbuhnya.
Nazaruddin dengan mudah bisa berkirim surat ke Ketua DPR Marzuki Alie. Isinya mengenai pengunduran diri Nazaruddin dari DPR.
"Saya tidak tahu. Saya sudah terima di atas meja saja, kemarin," kata Marzuki usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis kemarin.
Saat ditanya siapa yang menaruh surat itu dan kemungkinan Nazaruddin berada di Indonesia, Marzuki enggan berkomentar. "Yang saya tahu pokoknya ada di atas meja saja," ucapnya.
(her/vit)











































