Dinkes DKI: Terapi Listrik Hanya untuk Penyakit Kejiwaan

Tiduran di Rel Rawabuaya

Dinkes DKI: Terapi Listrik Hanya untuk Penyakit Kejiwaan

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2011 08:40 WIB
Dinkes DKI: Terapi Listrik Hanya untuk Penyakit Kejiwaan
Jakarta - 'Inovasi' warga Rawabuaya, Jakarta Barat, dengan tiduran di rel KRL untuk menyembuhkan berbagai penyakit mendapat resistensi dari pemerintah. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati menuturkan terapi listrik hanya untuk penyakit kejiwaan.

"Terapi listrik itu hanya bisa untuk untuk penyakit kejiwaan. Kalau untuk terapi penyakit organ itu belum terbukti," ujar Dien saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/7/2011).

Menurut Dien, apa yang dilakukan oleh warga di Rawabuaya tersebut justru sangat membahayakan kesehatan mereka. Daya listrik yang tidak diketahui besarnya itu justru bisa membahayakan bagi tubuh manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan belum diketahui berapa tinggi tengangan listrik di rel itu. Kalau itu terus dilakukan bisa berbahaya untuk otak dan jantung," terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Dinkes DKI telah menerjunkan tim penyuluh pagi ini ke Rawabuaya. Tim akan memberikan pengertian kepada warga agar tidak lagi melakukan terapi dengan cara berbaring di atas rel kereta itu.

"Tim sudah terjun, nanti kita akan berikan penyuluhan tentang bahaya terapi itu. Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa terapi seperti bisa menghilangkan penyakit seperti yang mereka yakini, itu belum tentu benar," imbuhnya.

Warga Rawabuaya ramai-ramai meniduri perlintasan rel KRL untuk terapi kesehatan. Warga meyakini sisa aliran listrik saat KA melintas bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit gula, asam urat, kolesterol dan darah tinggi. Saat berbaring, beberapa bagian tubuh mereka bergerak-gerak.

(her/nrl)


Berita Terkait