“Terakhir dia memang nangis. Dia orang kampung, orang desa. Bapaknya hanya guru ngaji. Keluarganya sangat terpukul,” kata Wakil Ketua Panja, Abdul Hakam Naja usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Masyhuri Hasan, Kamis (21/7/2011).
Hasan memang mengungkapkan kegelisahannya di hadapan Panja. Ia mengeluh karena diangap mafia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasan menyebut Muhammad Faiz, rekannya di MK menemuinya di tahanan Mabes Polri. Faiz, kata Hasan, telah berbohong dan meminta maaf kepada Hasan.
“Dia (Faiz) sampai menangis dan memeluk saya. Tanya itu sama penyidik” kata Hasan
Faiz dalam keterangan sebelumnya mengaku berdebat dengan Hasan soal redaksional surat MK. Kata Faiz, Hasan minta ada kata 'penambahan' atas permintaan Hakim MK, Arsyad Sanusi.
Hasan mengakui dirinya membuat kesalahan dalam kasus surat MK ini. Ia mengaku mengirim surat bertanggal 14 Agustus dengan tandatangan panitera MK yang dipalsukan melalui scanner.
“Hasan menyebutnya ini honest mistake,” kata Hakam.
(adi/her)











































