Berurai Air Mata, Hasan Curhat di Depan Panja Mafia Pemilu

Berurai Air Mata, Hasan Curhat di Depan Panja Mafia Pemilu

- detikNews
Kamis, 21 Jul 2011 23:51 WIB
Berurai Air Mata, Hasan Curhat di Depan Panja Mafia Pemilu
Jakarta - Terbelit perkara hukum memang menyesakkan. Seorang perwira polisi seperti Susno Duadji saja tak kuasa menahan luapan air matanya di depan anggota dewan. Apalagi seorang mantan juru panggil MK, Masyhuri Hasan.

“Terakhir dia memang nangis. Dia orang kampung, orang desa. Bapaknya hanya guru ngaji. Keluarganya sangat terpukul,” kata Wakil Ketua Panja, Abdul Hakam Naja usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Masyhuri Hasan, Kamis (21/7/2011).

Hasan memang mengungkapkan kegelisahannya di hadapan Panja. Ia mengeluh karena diangap mafia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya sudah didzolimi, dianggap mafia, apa gunanya saya menutup-nutupi. Di lain pihak saya juga tiak mau aniaya orang,” kata Hasan yang matanya masih terlihat basah usai RDP.

Hasan menyebut Muhammad Faiz, rekannya di MK menemuinya di tahanan Mabes Polri. Faiz, kata Hasan, telah berbohong dan meminta maaf kepada Hasan.

“Dia (Faiz) sampai menangis dan memeluk saya. Tanya itu sama penyidik” kata Hasan

Faiz dalam keterangan sebelumnya mengaku berdebat dengan Hasan soal redaksional surat MK. Kata Faiz, Hasan minta ada kata 'penambahan' atas permintaan Hakim MK, Arsyad Sanusi.

Hasan mengakui dirinya membuat kesalahan dalam kasus surat MK ini. Ia mengaku mengirim surat bertanggal 14 Agustus dengan tandatangan panitera MK yang dipalsukan melalui scanner.

“Hasan menyebutnya ini honest mistake,” kata Hakam.


(adi/her)


Berita Terkait