“Banyak hal baru yang mulai terungkap. Misal bagaimana surat palsu itu sampai ke KPU,” ujar Ketua Panja Mafia Pemilu, Chairuman Harahap di sela-sela RDPU dengan Masyhuri Hasan di Gedung DPR, Senayan, Kamis (21/7/2011).
Sayang, Chairuman enggan menjelaskan lebih detail. Namun, berbeda dengan Chairuman, anggota panja lain angkat bicara. Sucipto misalnya, ia menyebut ada pihak yang mendesak Hasan agar segera mengirim surat yang menguntungkan Dewie Yasin Limpo itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat itu bertanggal 14 Agustus 2009 dengan nomor 112 yang selama ini diperdebatkan asal usulnya. Hasan mengirim surat tersebut dari mesin fax MK yang selama ini disebut telah tidak aktif, ke ruang Andi Nurpati.
“Dia (Hasan) mengirim fax dari MK ke Andi Nurpati,” kata anggota Panja lainnya, Budiman Sudjatmiko.
Saat wartawan menkonfirmasi hal tersebut kepada Hasan, ia tak membantah. Ia juga menyatakan tak menerima kompensasi apapun dari perbuatannya itu.
“Sudah saya jelaskan semua,” kata Hasan.
Andi Nurpati selama ini mengaku tak tahu menahu soal surat bertanggal 14 Agustus itu. Ia mengaku surat tersebut sudah ada dalam tumpukan berkas yang akan dibahas dalam rapat pleno KPU untuk menentukan caleg terpilih Pemilu 2009, termasuk Dapil I Sulsel.
(adi/her)











































