"Saya merasakan sendiri dalam 5 tahun dari sekarang kampanye politik naik 10 kali lipat lihat saja nanti," ujar JK.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Seminar Political Branding dan Launching Buku Political Branding dan Public Relation karya Silih Agung Wases di Kampus Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Energy Tower, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (21/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga melihat jumlah iklan dan pergerakan orang naik 10 kali lipat," tuturnya.
JK beralasan tren besarnya biaya kampanye karena Indonesia begitu luas dan besar. Faktor lainnya, karena 75 persen politikus adalah para pengusaha.
"Wajar lebih banyak pengusaha yang masuk sehingga jadi mahal. Karena mereka kompetisi lawan siapa dengan siapa," jelasnya.
JK menegaskan bahwa politik tidak identik dengan industri. Karena kalau sudah menyamakan politik dengan industri maka logika ekonomi bisa menguasai politik.
"Artinya tentu nanti kalau sudah jadi, bagaimana mengharapkan lebih. Bicara ekonomi bicara bagaimana modal bisa kembali," tandasnya.
Saat disinggung soal tudingan Nazaruddin yang menyebut besarnya biaya pemenangan Anas Urbaningrum untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD), JK enggan berkomentar.
"Kalau itu benar (tuduhan Nazaruddin) besar sekali. Mudah-mudahan dia salah. Kalau di Golkar cukup besar," kilahnya.
(ape/her)










































