"Jalur ganda yang harus dibangun adalah antara Cirebon-Tegal dan antara Pekalongan-Semarang-Surabaya dengan target semula akan selesai pada akhir 2013. Dalam rapat, Wapres Boediono meminta agar penyelesaian jalur ganda ini dipercepat sedikitnya enam bulan," kata Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat.
Hal itu dikatakan Yopie usai rapat tentang perkeretaapian yang dipimpin Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yopie menjelaskan, pembangunan jalur ganda Pantura ini berada di bawah kendali Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Total anggaran yang diperlukan mencapai Rp 9,014 triliun untuk tahun anggaran 2011-2013.
"Rinciannya, Rp 346,96 miliar untuk 2011, Rp 3,16 triliun untuk 2012, dan Rp 5,5 triliun untuk 2013," katanya.
Dikatakan dia, PT KAI sudah menyusun rencana bisnis termasuk pengadaan lokomotif baru sebanyak 170 buah, yang sudah mulai datang sejak tahun ini. KAI juga mengadakan tambahan gerbong pengangkut kontainer (flat car) hingga 5.000 unit.
"Jika jalur ganda sudah selesai kapasitas PT KAI untuk mengangkut kargo akan meningkat sangat drastis," ujar Yopie.
Sedangkan peningkatan penumpang, Yopie menyebut, sekitar 5 persen per tahun. PT KAI akan mengutamakan pengembangan jalur jarak pendek, seperti Jakarta-Cirebon. Sebab untuk angkutan penumpang jarak jauh seperti Jakarta-Surabaya, persaingan kereta api dengan angkutan udara masih sangat ketat.
Kedala utama pembangunan rel ganda Pantura ini adalah pembebasan lahan di beberapa titik. Sebagian besar lahan untuk jalur ganda sudah merupakan lahan milik KAI, namun masih ada beberapa area yang perlu dibebaskan, baik itu berupa hunian atau jalan umum.
"Selain itu, ada pula beberapa fasilitas pipa milik Petrokimia dan jaur kabel serat optik yang harus dipindahkan. PT KAI juga harus memindahkan fasilitas bongkar muat batu-bara di Stasiun Bekasi yang terkena jalur ganda," kata Yopie.
(irw/aan)











































