DetikNews
Kamis 21 Juli 2011, 15:40 WIB

PT KAI Panggil Bang Haji, Si Penemu Terapi Rel di Rawa Buaya

- detikNews
PT KAI Panggil Bang Haji, Si Penemu Terapi Rel di Rawa Buaya
Jakarta - Terapi rel yang dilakukan warga di Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat, dinilai berbahaya. PT KAI memanggil penemu terapi rel yang disebut-sebut bernama Bang Haji, untuk dimintai keterangan.

\\\"Kita sudah panggil orang yang pertama kali melakukan terapi di atas rel ini untuk kita mintai keterangan dan memberi pengertian bahwa rel itu sangat berbahaya,\\\" ujar Kadaops I PT KAI Purnomo Radiq.

Purnomo mengatakan itu usai jumpa pers di Jakarta Railway Center Jl Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (21\/7\/2011).

Menurut Purnomo, jika penemu terapi rel tidak datang memenuhi panggilan, pihaknya yang akan mendatangi. Hal ini dilakukan karena terapi di atas rel berbahaya. Jika kegiatan ini ditiru hampir seluruh warga di Indonesia maka akan mengganggu jalannya kereta.

\\\"Jika orang Indonesia melakukan itu semua ya kereta tidak bisa lewat,\\\" tuturnya.

Rel, lanjut Purnomo, bukan tempat untuk terapi. Rel merupakan wilayah yang seharusnya tertutup bagi umum.

\\\"Juga saya baru dengar kok rel bisa untuk menyembuhkan penyakit karena sebenarnya rel itu berbahaya,\\\" kata Purnomo.

Sebagian warga mempercayai kekuatan listrik itu yang menyembuhkan penyakit warga yang melakukan terapi. Namun menurut Purnomo, tidak ada kekuatan listrik di bawah rel.

\\\"Nggak ada. Kalau paling tinggi 3 volt-lah itu bekas gosokan roda KA dengan rel,\\\" tutup dia.

Kabar terapi di rel Rawa Buaya sepertinya sudah menyebar di masyarakat. Setiap hari ada saja yang datang untuk terapi. Terlebih mereka yang sudah lebih awal mencoba, mengakui khasiat dari aliran listrik di atas rel ini.







(nik/vit)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed