"Ini sangat membantu dalam tugas sekolah. Ternyata rumit tetapi menyenangkan," kata Fani, seorang siswa SMK St Yoseph Jakarta Pusat, di Balaiyasa Manggarai, Jl Duri Utara, Jakarta, Kamis (21/7/2011).
"Kalau di sekolah hanya teori dan praktik di laboratorium biasa. Ini melihat langsung, tentu berbeda," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini tidak hanya diganti per bagian, tetapi kereta yang rusak diganti seluruhnya. Istilahnya dipresto. Kalau dulu kan istilahnya ditambal per bagian," ucap Supardi.
Selain melihat proses perbaikan kereta api, siswa SMK juga melihat berbagai koleksi kereta api di bengkel tersebut, antara lain kereta Joko Kendil. Kereta lawas ini kerap digunakan latihan TNI untuk pengamanan presiden.
"Ada bekas lubang peluru, ini kemarin buat latihan pengamanan presiden. Hanya tembus kecil," kata Supardi sambil menunjukan bekas tembakan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pameran 'Perkeretapian Indonesia dalam Peradaban Bangsa' yang dilaksanakan KA Daops I Jakarta. Selain kunjungan ke Balaiyasa, pameran juga menampilkan berbagai foto kereta api dari masa ke masa di stasiun Kota.
"Ada 11 SMK ke sini. Tiap sekolah diambil 10 orang," kata seorang staf Kemenbudpar yang mendampingi siswa SMK.
(Ari/vit)










































