Dipastikan, kepadatan lalu-lintas akan membuat kemacetan karena massa akan mengambil sebagian lajur dari 5 lajur yang tersedia.
“Bila mungkin, menghindari ruas jalan ini. Bisa memutar lewat DPR belakang,“ kata seorang anggota Polantas yang enggan dikutip namanya saat memantau kepadatan di depan Gedung DPR, Kamis (21/7/2011).
Hingga pukul 13.15 WIB, belum satupun aksi demonstrasi dukung UU BPJS dimulai. Pun demikian, puluhan orang telah bersiap diri dengan duduk-duduk di dekat halte bus MPR/DPR hingga fly over TVRI. Mereka mengaku dari elemen buruh dan mengklaim sedang menunggu ratusan rekannya yang terjebak macet.
“Ada 20 bus sedang kena macet. Akan ada ratusan jumlahnya untuk mendukung pengesahan RUU BPJS,“ kata seorang pendemo dari Serikat Pekerja Nasional Indonesia (SPNI).
Sebelumnya, pembahasan RUU BPJS berkali-kali menemui jalan buntu untuk disahkan. Di luar Gedung DPR, kelompok pendukung UU BPJS maupun yang menolak berkali-kali berunjukrasa meminta RUU tersebut disahkan atau ditolak.
(Ari/nwk)











































