Sebelum ritual tabur bunga, Basrief dan para Jaksa Agung Muda serta staf ahli mengikuti upacara yang digelar di areal TMP Kalibata. Segenap insan Adhyaksa juga ikut berpartisipasi dalam upacara ini.
Β
Selesai upacara berakhir, Basrief kemudian mengunjungi pusara-pusara para mantan Jaksa Agung, mantan Jaksa Agung Muda, dan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi yang dimakamkan di TMP Kalibata ini. Diantaranya Jaksa Agung ke-4 yakni R Suprapto dan Jaksa Agung ke-18 yakni Baharuddin Lopa.
Di depan pusara, Basrief yang mengenakan setelan jas hitam dan berpeci ini memanjatkan doa lantas melakukan tabur bunga. Ritual ini lalu dilanjutkan oleh Wakil Jaksa Agung Darmono dan para Jaksa Agung Muda dan Staf Ahli Jaksa Agung yang turut hadir. Selain itu, Basrief yang didampingi istrinya ini juga menaburkan bunga di atas pusara 7 Pahlawan Revolusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira ini untuk menyentuh kembali nurani kita bahwa perjuangan para pahlawan ini tanpa mengenal pamrih, mengapa kok kita sekarang tidak bisa mengikuti jejak-jejaknya? Maksudnya itu, maknanya agar kita ingat kembali, untuk saya maupun teman-teman semua mari, kita bangun negeri ini, dengan penegakan hukum yang baik untuk masa depan yang baik demi bangsa dan negara," ujar Basrief kepada wartawan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2011).
Menurutnya, kegiatan tabur bunga seperti menjadi momen untuk mengingat kembali bahwa para jaksa juga memiliki peran dalam pembangunan bangsa. Buktinya yakni keberadaan para pejabat tinggi Kejaksaan yang juga menjadi pahlawan bagi Indonesia.
"Ini untuk mengingatkan kita bahwa bakti-bakti para pahlawan dapat kita nikmati saat ini. Dan khususnya para pendahulu kita yang di lingkungan Kejaksaan, baik para Jaksa Agung, ada juga Jaksa Agung Muda dan ada juga mantan Kajati yang juga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Itu menandakan juga bahwa Kejaksaan cukup berperan dalam pembangunan bangsa ini, khususnya di dalam pembangunan hukum. Itu yang penting," tandasnya.
(nvc/ndr)











































