"Ya mudah-mudahan segera bisa kita kosongkan," ujar Suardi kepada detikcom, Kamis (21/7/2011).
Suardi tidak bisa memberikan target waktu penertiban tersebut. Dia memastikan selalu menurunkan dua sampai tiga orang petugasnya untuk memantau lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suardi sendiri mengaku kewalahan memberi peringatan kepada warga. "Kita sudah kasih peringatan ke warga. Kita tetap melakukan upaya persuasif memberikan pemahaman ke warga. Karena kita tetap mengkawatirkan, mereka di sana santai sambil ngobrol nanti tidak konsentrasi kalau ada kereta datang," keluh Suardi.
Aktivitas ini bukan yang pertama kali dilakukan warga Rawa Buaya. Bahkan menurutnya, jika dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, peminat terapi ini saat ini justru menurun.
"Terapi ini sudah selalu berulang, kita sudah koordinasi dengan pihak kelurahan, tapi setiap sore, ada saja warga yang datang. Tapi kalau sekarang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan beberapa bulan lalu. Sekarang paling 10 orang per hari," tuturnya.
Posisi warga yang melakukan terapi memang jauh dari stasiun utama. Jarak mereka dari stasiun utama sekitar 300-400 meter. Sehingga menyulitkan petugas memantau kedatangan mereka.
Untuk menghentikan kegiatan ini, Dinkes DKI segera menurunkan tim penyuluhan. PT KAI juga meminta polisi turun tangan.
(lia/vit)











































