Saatnya PD Membantu KPK dan Berhenti Tanggapi Ocehan Nazaruddin

Saatnya PD Membantu KPK dan Berhenti Tanggapi Ocehan Nazaruddin

- detikNews
Kamis, 21 Jul 2011 08:27 WIB
Saatnya PD Membantu KPK dan Berhenti Tanggapi Ocehan Nazaruddin
Jakarta - Tudingan Nazaruddin secara live di televisi kian berani. Tindakan Nazaruddin ini seperti episode baru yang sedang dia mainkan. Elite PD sebaiknya tak lagi menanggapi dan bekerja sama membantu KPK.

"Demokrat sudah saatnya kompak dan membantu KPK," ujar pengamat politik UGM Arie Sudjito, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (21/7/2011).

Arie melihat, tingkah laku Nazaruddin ini memang sengaja ingin mengobok-obok internal PD. Oleh karena itu, PD harusnya tak lagi terkotak-kotak menanggapi ulah mantan bendum mereka ini.

"Karena ini memang skenario yang diinginkan Nazaruddin. Semakin ditanggapi apa yang dia sampaikan, maka dia akan terus menggoncang Demokrat," katanya.

Terlepas setiap pernyataan yang disampaikan Nazaruddin itu benar atau tidak, harusnya ini menjadi pintu masuk bagi PD untuk menyeret paksa Nazaruddin kembali ke Tanah Air. Karena, Arie menduga, semua tindakan ini dilakukan Nazaruddin karena posisinya sudah benar-benar terhimpit.

"Semua pernyataan Nazaruddin itu cuma tembakan tok, dia itu sudah kalut hadapi tekanan baik dari publik maupun Demokrat. Maka itu Demokrat jangan terlalu menunjukkan reaksi berlebihan ke publik. Buatlah diplomasi dengan KPK, itu akan lebih baik," sarannya.

Ari menilai, perilaku reaktif PD akan semakin menunjukkan Demokrat sebagai partai penganut politik pencitraan padahal sedang rapuh.

Apakah ulah Nazaruddin ini karena adanya dukungan dari internal, bagi Arie bukan tidak mungkin. Tapi PD jangan terganggu dengan hal itu, yang justru akan menimbulkan kekecauan antar kader.

SBY sekali lagi masih tetap bingung dengan posisinya menghadapi kasus ini. Oleh karena ini Arie berharap pada Rakornas 23 Juli di Sentul nanti, PD akan lebih baik menjadikan kasus ini sebagai isu strategis yang harus dibahas.

"Akan lebih baik jika Rakornas nanti lebih spesifik membahas soal ini, daripada bergerak merespon pernyataan Nazaruddin. Ini tidak lain untuk menjaga kredibitilas partai," sarannya.

(lia/nrl)


Berita Terkait