"Kita akan turunkan petugas atau tim penyuluhan untuk memberikan pencerahan kepada warga bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah salah dan membahayakan kesehatan. Kita sedang koordinasikan dengan sudin terkait," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati, kepada detikcom, Kamis (21/7/2011).
Dien mengatakan, ritual seperti itu hanya didasarkan pada kepercayaan saja. Pengobatan tradisional yang dipercayai warga itu, menurutnya harus diuji terlebih dulu efeknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga diminta lebih mementingkan keselamatan mereka. Jika toh warga ingin berobat namun terkendala biaya yang terbatas, Dien menyarakan warga menggunakan fasilitas GAKIN dan SKTM.
"Ingat itu membahayakan sekali, maka itu kita sarankan kalau memang warga itu tidak mampu dan ingin berobat datanglah ke puskesmas terdekat dengan membawa Gakin dan SKTM," imbaunya.
Dien mengaku, kasus ini baru pertama kali terjadi. "Maka itu agar tidak lagi ditiru di tempat lain, kita perlu sekali meluruskan pengetahuan mereka," katanya.
Warga Rawa Buaya, ramai-ramai meniduri perlintasan rel kereta api untuk terapi kesehatan. Warga meyakini sisa aliran listrik saat KA melintas bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit gula, asam urat, kolestrol dan darah tinggi.
(lia/anw)











































