Pengamatan detikcom, banjir setinggi hingga lebih dari 50 centimeter terjadi di ruas Jl DI Panjaitan menuju jalur luar kota tujuan Bontang dan Sengatta, akibat hujan deras yang mengguyur sejak pukul 17.30 WITA hingga pukul 19.30 WITA.
Ratusan kendaraan pribadi, baik roda dua, roda empat maupun truk dan tronton, terjebak banjir mulai pukul 20.00 WITA dengan kedalaman lebih dari 50 centimeter. Akibatnya, kendaraan mereka mogok di tengah kubangan banjir dan mengakibatkan antrean kendaraan di ruas Jl DI Panjaitan dan Jl Panglima Muhammad Noor.
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Mobil saya siapa yang menarik?" kata Kifli, pemilik kendaraan yang mogok di Jl DI Panjaitan menuju jalan poros Bontang kepada detikcom, Kamis (21/7/2011) dinihari.
Ratusan kendaraan yang terjebak kemacetan total, termasuk truk pengangkut kebutuhan sembako yang rencananya berangkat menuju Bontang. Tidak hanya itu, truk pengangkut BBM solar dan premium, juga harus rela ikut terjebak kemacetan.
"Kalau begini, solar habis di jalan. Sudah sejak habis Maghrib tadi," keluh Heri, sopir truk angkutan sembako menuju kota.
Heriadi, pemilik kendaraan roda empat lainnya, juga menuturkan hal yang sama. Heriadi mengaku sudah menunggu antrean sejak Rabu (20/7/2011) malam sekitar pukul 21.30 WITA.
"Biasanya menuju rumah, saya cuma sampai beberapa menit. Ini sudah 3 jam lebih, saya tidak sampai-sampai," ujar Heriadi.
Meski mengalami kemacetan total luar biasa, namun pantauan detikcom, tidak ada satu pun petugas Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda, untuk mengurai kemacetan. Padahal, masih di ruas Jl DI Panjaitan, terdapat Mapolsek Samarinda Utara, yang diharapkan bisa melaporkan kejadian kemacetan itu ke Mapolresta Samarinda.
"Iya, saya dari tadi tidak melihat ada petugas (polisi lalu lintas). Seharusnya bisa mengurai kemacetan ini. Jangan tidur," harap Heriadi.
(anw/anw)











































