2 Pelaku Curanmor Tembak Warga Ciputat

2 Pelaku Curanmor Tembak Warga Ciputat

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2011 23:39 WIB
Jakarta - Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menembak dua warga di Jalan Raya Kampung Utan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan Rabu (20/07) sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Peristiwa itu dijelaskan langsung oleh warga yang menjadi korban penembakan pelaku curanmor bernama Komarudin, (40) yang ditemui di RS Syarif Hidayatullah (depan Kampus UIN Syarif Hidayatulah Jakarta).

"Saat itu saya sedang pergi membeli kopi dari warung. Setelah pulang, saya lihat dua pelaku sedang mencongkel motor Ninja yang sedang ditinggal pemiliknya di warteg," kata Komarudin, yang mengaku berprofesi sebagai kuli bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika dirinya melihat pelaku sedang mencongkel motor, Komarudin tak berteriak. "Saya sama sekali tak teriak. Tetapi mereka sepertinya terganggu karena saya lewat jalan itu dan mengetahui perbuatan keduanya," katanya.

Sebab, setelah itu pelaku langsung melarikan diri. "Sebelum lari, pelaku tembak saya ke arah kaki, tapi yang kena paha kanan saya," katanya.

Komarudin pun akhirnya teriak. "Teriakan komarudin membuat pelaku panik. Setelah menembak langsung melarikan diri. Di jalan sekitar 100-150 meter pelaku bersenggolan dengan warga lain," kata Komarudin. Warga malang itu bernama Ferdiansyah (26) warga setempat.

"Pelaku bentrok dengan Ferdiansyah. Seketika pelaku cek-cok mulut sebentar. Sambil kesal, pelaku langsung mengarahkan pistol ke bagian kepala Ferdiansyah. Dia ketakutan, tapi tetap saja ditembak kaki kirinya," katanya. Saat itu Ferdiansyah mengenaiakan sepeda motor Honda Blade warga Hitam B-3244-BAR.

Tak lama warga pun berdatangan, serta petugas polisi dari Polsek Ciputat. "Saya dan Ferdi dibawa ke RS ini," katanya.

Salah satu anggota Polsek Ciputat yang ditemui di RS Syarif Hidayatullah yang enggan disebutkan namanya menyebutkan ciri-ciri pelaku yang diceritakan korban. Diduga pelaku adalah DPO Polsek Ciputat. "Kami memang sedang mencari pelaku. Ini mirip dengan DPO kami," ujarnya.

(anw/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads