Kampanye Wiranto di Palu, dari Makam Wali lalu ke Pasar

Kampanye Wiranto di Palu, dari Makam Wali lalu ke Pasar

- detikNews
Jumat, 25 Jun 2004 19:03 WIB
Palu - Kalau bukan ke pasar, ya, ke makam para wali. Tampaknya, itulah kegemaran para capres, termasuk Wiranto. Dalam kampanye di Palu, Sulawesi Tengah, Wiranto mengunjungi pasar dan berziarah ke makam wali. Wiranto tiba di Palu Jumat (26/6/2004) sekitar pukul 15.00 WITA dengan menggunakan pesawat khusus didampingi oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar AkbarTandjung dan Ketua Umum PKB Alwi Shihab. Dari Bandara Mutiara Palu, Wiranto dan rombongannya langsung ziarah ke makam Habib Sayyed Idrus Bin Salim Aldjufrie, mendiang ulama kharismatis di Sulteng. Ia didampingi juga oleh Ketua DPD Golkar Sulteng Aminuddin Ponulele yang juga Gubernur Sulteng dan Ketua DPRD Murad Natsir.Di makam yang terletak di Masjid Alkhairaat di kompleks Perguruan Islam Alkhairaat itu, kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng dan Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayyed Saggaf Aljufri, Wiranto minta didoakan keselamatan dan kesehatannya.Sementara itu, di luar masjid, masyarakat berjubelan ingin melihat dari dekat calon presidennya. Di sisi selatan masjid, para anggota Barisan MemenangkanWiranto-Wahid (BMW) terlihat menggelar pasar murah. Rupa-rupa yang dijual di sana. Yang digemari adalah pakaian seragam anak sekolah. Dan untungnya, setelahberbelanja mereka dihadiahi kaos dan pin bergambar Wiranto dan Gus Solah. Usai ziarah kubur, Wiranto berkunjung ke Pasar Manonda Palu. Sayangnya, karena pengamanan yang terlalu ketat, sejumlah pedagang dan masyarakat menggerutu, lantaran para pengawal mendorong-dorong mereka. Di Pasar Manonda, Wiranto hanya berkunjung sekitar 10 menit. Wiranto sempat memasuki salah satu los penjual pakaian, tapi kemudian masuk kembali ke mobil dan melambai-lambaikan tangan kepada masyarakat yang memadati pasar terbesar di Kota Palu tersebut.Di antara mereka ada yang memaksa bersalaman dengan Wiranto, tapi tentu saja tak bisa. Ketika rombongan Wiranto pulang, mereka pun hanya bisa melambai-lambaikan tangan.Buang Jas Kuning Usai dari Pasar Manonda, Wiranto menggelar kampanye monologis di Lapangan Vatulemo, Kota Palu. Di sana, sekitar 5.000 massa telah menanti Wiranto. Massa tampak mengenakan Golkar, PKB, PDKB dan PKPB. Dalam kampanyenya, Wiranto menyampaikan bahwa prioritas pemerintahannya adalah pemulihan keamanan, perbaikan ekonomi, dan pendidikan. "Tangan kami adalah milik rakyat. Kaki kami adalah milik rakyat. Karena yang memilih kami nantinya adalah rakyat. Artinya pemerintahan akan berjalan baik bila didukung olehrakyat," kata mantan ajudan mantan Preseiden Soeharto ini.Di tengah kampanye, Wiranto kemudian memanggil seorang perempuan untuk naik ke panggung dan menuturkan kebutuhannya saat ini. Perempuan bernama Sarti Akubaitu pun, bilang, "Rakyat butuh aman, masyarakat ekonomi lemah butuh bantuan." Penyampaian Sartin tersebut disahuti Wiranto dengan janji akan memperhatikan keamanan dan perbaikan ekonomi.Setelah Sartin, giliran Ilham yang diajaknya ke atas panggung. Permintaan Ilham senada dengan Sartin. Dia bilang, "Rakyat minta aman, pengangguran diberilapangan kerja dan nasib PNS mohon diperhatikan."Usai itu, kampanye monologis Wiranto ditutup dengan lagu dangdut 'Jatuh Bangun' dan lagu daerah Maluku 'Dapa Inga Masa Kacili'e'. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads