Joni mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/7) pagi usai menurunkan rombongan peserta nikah masal di parkir Pintu V Senayan, Jakarta Pusat. Saat sedang memundurkan busnya, pantat bus Joni menyeruduk sebuah mobil Kijang yang tengah diparkir di lokasi.
"Mobil Kijang itu dikendarai oleh seorang polisi," kata Joni kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya saat itu hanya membawa fotocopy STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan SIM (Surat Izin Mengemudi) pun, pakai SIM B1 polos, bukan SIM B1 umum," ujar dia.
Alhasil, polisi kemudian menyita busnya dan mengandangkannya di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Sementara urusan dengan pemilik Kijang, diselesaikan oleh pihak Bus Mayasari Bhakti.
"Mobil Kijang penyok di bagian kanan belakang. Kerugian sudah diganti perusahaan, saya nggak tahu diganti berapa," kata dia.
Atas peristiwa itu, Joni terpaksa mengalihkan puluhan penumpangnya ke bus lain dari Pool Klender. "Ada 15 bus yang berangkat, jadi saya over ke sana semua. Untungnya penumpang ngerti," kata dia.
Sementara menunggu proses damai antara pemilik Kijang dengan perusahaan bus, Joni lalu dibawa ke Unit Laka Pancoran. Sedangkan bus yang dikandangkan, dibawa oleh kondekturnya, Toyib dengan pengawalan polisi.
"Saat itu, saya minta Toyib untuk copot spion. Tapi kata dia, menurut seorang polisi, aman, sehingga spion tidak dicopot," ujar dia.
Urusan dengan polisi selesai, kedua pihak akhirnya menyelesaikan urusan kecelakaan itu dengan kekeluargaan. Rabu sore, Joni dan Toyib sudah diperbolehkan mengambil busnya di Mapolda Metro Jaya.
Namun, Joni saat itu tidak bisa menyalakan kunci kontak busnya. Lampu bus juga tidak bisa menyala seperti biasanya. Ia kemudian menyuruh Toyib untuk mengecek accu busnya.
"Pas dicek, ternyata accu-nya sudah hilang," kata dia. Joni mengaku, bus tersebut dilengkapi dua buah accu yang masing-masing berukuran 12 Volt.
Ia juga lalu memeriksa bensin busnya. Bus yang semula diisi sekitar 200 liter solar, sudah berkurang takarannya. Ia menemukan penutup bensin sudah rusak. "Kira-kira 100 literan lah hilangnya," kata dia.
Atas kehilangan 2 accu senilai Rp 3 juta dan solar itu, Joni harus menanggung kerugian perusahaannya. Kendati demikian, Joni tidak ingin melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
"Nggak lah, kantor juga nggak mau urusan sama polisi. Kalau dilaporkan, nanti malah bus saya dikandangin lagi," kata dia.
Ia hanya berharap agar pengamanan di Polda Metro Jaya diperketat, sehingga kejadian kehilangan serupa bagi kendaraan-kendaraan yang dikandangkan, tidak terulang. "Kan kasihan sopir-sopir itu harus ganti paling tidak setengahnya dari nilai kerugian itu," tutupnya.
(mei/anw)










































