"2,5-5 persen, saya kira dicari saja titik tengahnya seperti apa," kata Hatta yang juga Menko Perekonomian di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (20/7/2011).
Dia mengaku tidak ingin berpolemik mengenai batasan PT itu. "Itu aja kok repot," imbuhnya.
Sebelumnya anggota koalisi, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) berencana mengevaluasi keberadaan mereka di Sekretariat Gabungan (Setgab) Partai Koalisi. Mereka menilai Setgab telah abai dengan aspirasi partai menengah terkait angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT).
Sekretaris FPAN DPR, Viva Yoga Mauladi mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada DPP PAN untuk mengevaluasi keberadannya di Setgab.
"Setgab tidak ada gunanya di parlemen ini," kata Viva menyoal ego Partai Golkar dan Partai Demokrat yang mempertahankan PT sebesar 5 persen, Senin (18/7).
Yoga mempertanyakan komitmen pembentukan Setgab sebagai kerjasama di pemerintahan dan parlemen. "Apa makna substansinya Setgab? Kalau kepentingan Demokrat baru ada Setgab, kalau kepentingan kolektif tidak ada Setgab," cetus Yoga.
(mad/ndr)











































