"(Pembukaannya) Ditunda besok. Karena banyak kendala yang dihadapi," ujar Wakil Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Novizal, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Rabu (20/7/2011).
Salah satu kendala yang ditemui adalah alat bor yang menyangkut di kabel yang terdapat di dalam tanah. Sebenarnya, kata Novizal, kabel itu adalah sisa pembangunan basement gedung yang ada di sekitar jalan tersebut.
"Kendalanya alat bor nyangkut di kabel yang ada di dalam tanah. Kabel itu tadinya sebagai alat bantu untuk membangun basement gedung, tapi sekarang sudah tidak berfungsi lagi," katanya.
Akibat alat bor menyangkut di kabel tersebut, waktu pengerjaan mau tidak mau harus perpanjang. Karena untuk melepaskan bor tersebut dari hadangan kabel, harus ada yang turun ke dalam tanah.
"Harus ada orang yang turun untuk perbaikan dan itu menambah pekerjaan," keluh Novizal.
Meski demikian, Dinas PU menurutnya tetap akan memaksimalkan pengerjaan dengan sisa bor yang ada. Dari tiga tiang yang akan dibangun di titik ini, tinggal satu tiang lagi yang masih dalam tahap pengerjaan.
"Hanya tinggal satu tiang lagi yang belum selesai. Setiap satu tiang terdapat sekitar 7 titik bor. Harusnya, kalau nggak ada kendala, untuk satu titik bor, dapat dilakukan sehari semalam. Tapi karena ada kendala, setiap satu titik bor bisa memakan waktu selama dua hari. Termasuk pengecoran kembali," jelasnya.
Lalu kapan jalan akan kembali normal, Novizal belum bisa memastikannya.
"Saya belum bisa memastikan pengudurannya sampai kapan, tapi diusahakan kurang dari satu bulan ini," harap mantan Kabid jembatan ini.
Seperti diketahui, penutupan sisi selatan jalan Dr Satrio ditutup akibat pembangunan jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Dari tiga titik pengerjaan, satu titik yaitu dari arah Sudirman menuju Satrio yang sebelumnya ditutup sepanjang 70 meter sudah selesai, dan bisa kembali digunakan.
(lia/anw)











































