Dilarang Terapi di Rel KA Rawa Buaya, Warga Resah

Dilarang Terapi di Rel KA Rawa Buaya, Warga Resah

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2011 18:42 WIB
Jakarta - PT Kereta Api Indonesai (KAI) sudah mengeluarkan larangan tertulis kepada warga terkait terapi aliran listrik di rel kereta api stasiun Rawa Buaya. Secara tegas warga menolak, karena terapi ini dianggap bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit.

"Saya tidak setuju kalau dilarang," tegas Agus (40) kepada detikcom, Rabu (20/7/2011).

Menurut Agus, mayoritas warga yang datang ke sini sudah merasakan khasiat dengan terapi arus listrik. Jika alasanya mengancam keselamatan, setiap warga yang datang pasti mawas diri akan resiko tertabrak kereta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ga ada yang datang mau mati, kita saling jaga saja," katanya.

Agus berharap, agar PT KAI dapat mencarikan solusi agar warga tetap dapat menjalani terapi gratis itu. Terlebih mereka yang datang umumnya dari masyarakat kalangan bawah.

"Saya harap jangan dilarang tapi ga ada solusinya," pinta Agus.

Hayati (40) juga memiliki harapan sama. Perempuan yang sudah 3 bulan menjalani terapi itu meminta agar warga diberi keleluasaan untuk menyembuhkan penyakitnya. "Kalau bisa mah jangan dilarang," harapnya.

Sebelumnya Kepala Penertiban Daops 1 PT KAI, Ahmad Sujadi telah memberikan surat kepada kepala stasiun untuk melarang kegiatan itu. Surat yang dikirim sejak 10 Juli lalu juga disosialisasaikan kepada masyarakat.

(did/gah)


Berita Terkait