“Sejauh ini oleh fraksi-fraksi yang ketemu untuk konsultasi, mereka membatalkan niat ke Mabes Polri. Alasannya sederhana, Ketua MK saja datang, ini siapa kok tidak datang,” ujar Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Rabu (20/7/2011).
Menurut Priyo, dirinya telah berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo yang kebetulan tengah berada di DPR untuk rapat dengan Timwas Century. Kapolri, kata Priyo, akan mengkoordinasikan permintaan Panja dengan Kabareskrim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, polisi telah mengizinkan Panja Mafia Pemilu untuk menggali informasi seputar pemalsuan surat palsu MK dari Masyuri Hasan. Namun hal itu diminta dilakukan di Mabes Polri dengan alasan agar tidak menganggu proses penyidikan.
Hasan diduga menyusun surat palsu yang memenangkan caleg Dapil I Sulsel, Dewie Yasin Limpo itu. Kasus ini menyeret nama Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Andi Nurpati yang saat itu menjabat komisioner KPU. Oleh Panja, peran Nurpati dalam kasus surat palsu ini dinilai paling dominan.
Namun hal itu dibantah Nurpati. Nurpati bahkan hendak melaporkan sejumlah amggota Panja karena mengumbar statement yang menyudutkannya.
(adi/lrn)











































