"Hingga kini statusnya masih waspada. Kita menghimbau agar aktivitas pendakian gunung dihentikan dulu sementara," ujar Manajer Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi) Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edward, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (20/7/2011).
Dikatakan Ade, selain menutup jalur pendakian, pihaknya juga menghimbau agar warga yang bermukim di sekitar gunung tidak mendekati kawasan Bahaya I atau sekitar 2,5 kilometer dari kawah gunung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Ade mengatakan, pemantauan Gunung Kerinci saat ini terpaksa dilakukan secara manual karena seismometer yang terpasang di puncak gunung tersebut dalam kondisi rusak.
"Terakhir, Gunung Kerinci meletus tahun 2009. Namun, letusan terkeras gunung itu terjadi pada 1970 lalu. Kawasan Sumbar yang lokasinya paling dekat dengan Gunung Kerinci adalah Kabupaten Solok Selatan," tutupnya.
(yon/feb)











































