Bila Bantahan Anas Tak Argumentatif, Demokrat Bunuh Diri Elektoral

Bila Bantahan Anas Tak Argumentatif, Demokrat Bunuh Diri Elektoral

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2011 15:29 WIB
Bila Bantahan Anas Tak Argumentatif, Demokrat Bunuh Diri Elektoral
Jakarta - Tudingan-tudingan Nazaruddin yang membabi buta belakangan mengerucut ke satu nama, Anas Urbaningrum. Nama Anas sepertinya menjadi sasaran tembak Nazar untuk mengalihkan perhatian kasus dugaan suap di Kemenpora pada dirinya. Jika Anas tak menyampaikan bantahan yang argumentatif, Partai Demokrat bisa bunuh diri secara elektoral.

"Terlepas dari betul atau tidak, tidak bisa dipungkiri ada efek permainan persepsi secara psikologis. Kalau tidak menyampaikan bantahan yang informatif dan argumentatif, bisa jadi bunuh diri Partai Demokrat secara elektoral," kata peneliti politik dari Charta Politika, Yunarto Widjaya, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (20/7/2011).

Menurut dia, tuduhan Nazar kepada Anas yang notabene Ketua Umum PD tidak hanya akan berdampak hukum tetapi juga berdampak politik, dalam konteks kepartaian. Sebab tudingan-tudingan Nazar kalau didiamkan akan menjadi persepsi. Jika persepsi ini didiamkan maka akan dianggap publik sebagai realita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan membuktikan secara hukum, tapi perlu ditampilkan pembuktian terbalik kepada publik. Katakanlah kalau dia punya saksi tidak ada aliran dana di kongres, ini bisa dimainkan. Ini merupakan counter pembunuhan karakter oleh Nazar," tutur Yunarto.

Dalam sesi wawancara dengan Metro TV Selasa (19/7) sore, Nazar begitu berapi-api membeberkan peranan Anas dalam kasus dugaan suap Kemenpora. Nazar juga menceritakan aliran dana saat Kongres Partai Demokrat tahun lalu yang memenangkan Anas.

(vit/nrl)


Berita Terkait