"Jadi tahun ini kita punya anggaran sekitar Rp 5 Triliun dari total sektor yang kita tugasnya mengkordinasikan itu. Jadi katakanlah untuk pelintas batas, untuk migrasi di perbatasan, untuk air bersih. Pasar-pasar di perbatasan itu dikerjakan oleh kementerian teknis, tapi di bawah koordinasi dari BNPP," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2011).
Sejumlah daerah perbatasan itu antara lain wilayah Kalimantan-Malaysia, perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT)-Timor Timur, dan Papua-Papua Nugini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gamawan, inti pembenahan wilayah perbatasan ini untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Sebab, jika warga di sekitar perbatasan sejahtera, maka upaya untuk menjaga perbatasan lebih mudah.
"Saya kira memang betul itu. Yang kita upgrade itu human settlement-nya. Kalau masyarakat di perbatasan itu merasa sejahtera, bahagia, itu sudah aman perbatasan kita itu. Membuat bahagia, sejahtera itu tugas kita," jelasnya.
Selain itu, BNPP juga bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengkaji kehidupan warga di wilayah perbatasan. Dengan begitu, upaya untuk mensejahterakan mereka lebih mudah.
"Nah ini ada pemikiran-pemikiran dari perguruan tinggi, seperti Papua dengan Cendrawasih. Nusa Cendana di NTT. Kita ajak dari PT juga berpartisipasi, berperan serta di situ bagaimana memikirkan kesejahteraan. Bisa juga KKN kerjasama. Bentuk pengabdian mahasiswa, pengabdian dosen. Itu kita tindak lanjuti," terang Gamawan.
(gun/nwk)











































