"Jadi mulai hari ini semuanya serentak melakukan razia PMKS karena biasanya menjelang bulan puasa banyak pendatang dari luar kota yang datang untuk menjadi pengemis. Nah itu yang akan kita cegah," kata Ketua Satpol PP Efendi Anas kepada wartawan, di Monas, Jakarta, Rabu (20/7/2011).
Untuk daerah Jakarta Pusat, lanjut Efendi, dipusatkan di Gambir, Tanah Abang, Menteng dan simpang lima Senen. Sementara untuk daerah Jakarta lainnya dipusatkan di tempat-tempat yang rawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada saat bulan puasa, operasi tersebut akan dihentikan sementara. Satpol PP akan melihat perkembangan yang ada. Bila para gembel semakin banyak yang datang maka operasi akan lebih diintensifkan dalam operasi tahap kedua.
"Untuk tahap pertama dari pukul 08.00-10.00 WIB sudah ada 123 orang dan itu khusus untuk wilayah Jakarta Pusat. Tempat lain belum ada laporannya," terangnya.
Dari jumlah itu, yang memiliki KTP hanya 26 orang. Sementara yang tidak memiliki KTP ada 97 orang. Mereka yang tertangkap kini dibawa ke panti sosial yang terletak di Kedoya, Jakarta Barat untuk dibina.
"Kebanyakan dari mereka gembel, joki dan manusia gerobak. Mereka berasal dari berbagai daerah. Rencananya setelah didata di panti mereka akan dipulangkan ke kota asal kemudian diantar ke kampung asalnya oleh panti sosial tersebut. Kebanyakan mereka usia produktif sekitar 20 tahun dan itu lebih dari 50 persen. Sisanya orang tua dan anak-anak," beber Efendi.
Tak mudah untuk menjaring mereka. Kebanyakan dari mereka lari kalang kabut saat akan diciduk. Bahkan ada di antaranya sengaja membenturkan kepalanya ke tiang agar dikira dipukul oleh Satpol PP.
"Pastilah mereka lari, itu kan satu dinamika penertiban. Jadi untuk menghindari itu kita terjunkan anggota yang tidak berseragam. Ada juga yang sengaja ngejedotin kepala ke tiang supaya dikira digebukin Satpol PP," ucapnya sambil tertawa.
Dalam operasi tersebut, Efendi menerjunkan 300 personel Satpol PP dari wilayah Jakarta Pusat. Sementara dari Jakarta Utara ada 100 personel, Jakarta Timur dan Jakarta Barat ada 150 orang.
Sedangkan dari wilayah Jakarta Selatan belum diketahui berapa personel yang ikut karena pengoperasiannya berbeda. "Rata-rata dua personel menangkap satu orang karena kalau hanya satu, pasti dilawan," imbuhnya.
Efendi menjelaskan bila operasi dilakukan pagi atau sore hari, yang banyak tertangkap adalah joki. Kalau melebihi waktu 3 in 1, yang banyak terjaring adalah pengemis. Sementara kalau lewat pukul 19.00 WIB yang banyak terjaring adalah Pekerja Seks Komersial (PSK).
"Kami paling banyak menangkap PMKS di daerah Gambir karena itu tempat dari orang-orang datang dari luar kota. Jadi biasanya banyak pengemis di sana," tutup Efendi.
(feb/nrl)











































