Ramadhan Pohan Tak Yakin Ada Internal PD yang Setir Nazaruddin

Ramadhan Pohan Tak Yakin Ada Internal PD yang Setir Nazaruddin

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2011 11:56 WIB
Ramadhan Pohan Tak Yakin Ada Internal PD yang Setir Nazaruddin
Jakarta - Meralat 'nyanyian' sebelumnya soal peran Andi Mallarangeng dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), M Nazaruddin semakin menyudutkan Anas Urbaningrum. Adakah kekuatan internal PD untuk menyetir Nazaruddin dalam menghancurkan PD? Wasekjen DPP PD Ramadhan Pohan tidak yakin.

"Saya tidak tahu dan tidak yakin ada internal yang main. Konyol dan pandir sekali lah jika ada. Kalau orang luar, saya yakin ada yang main!" tegas Ramadhan saat berbincang-bincang detikcom, Rabu (20/7/2011).

Saat itu Ramadhan ditanya mengenai berubahnya pernyataan Nazaruddin soal Andi Mallarangeng dan Ibas. Sebelumnya, Nazaruddin menyebut Andi dan Ibas termasuk salah satu politisi yang terlibat dalam kasus-kasus yang ditudingkan kepadanya. Namun, dalam wawancara Nazaruddin dengan Metro TV, Selasa (19/7/2011) kemarin, Nazaruddin meralat peran Andi Mallarangeng dan Ibas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ramadhan menyimak nyanyian terbaru Nazaruddin itu. "Sulit rasanya publik menelan mentah-mentah semua omongan yang bersangkutan. Kita tidak tahu mana infonya yang bohong, dipelintir sendiri, mana data yang benar dan mana yang sampah, dan sebagainya," kata dia.

Mantan jurnalis ini lantas membeberkan omongan-omongan Nazaruddin yang terkesan mencla-mencle. "Dulu dia bilang nggak kenal Rosa, belakangan terbukti mereka intens komunikasi. Katanya nggak kasih duit ke Sekjen MK, terus diralatnya. Bilang nggak pernah diperiksa DK (dewan kehormatan), padahal berjam-jam dia dulu diperiksa sampai suara pemeriksanya serak. Nazar juga bilang hadir di Cikeas, padahal kan tidak. Dia janjikan jumpa pers 24 Mei mau bongkar semua, eh 23 Mei dia malah pergi ke Singapura. Dia sering menyangkal yang dia sendiri awalnya katakan," jelas dia.

Karena itu, Ramadhan tidak heran dengan pernyataan Nazaruddin tentang Andi Mallarangeng dan Ibas yang berbeda dengan pernyataannya terdahulu. "Begitulah Nazaruddin. Jadi, bagaimana publik bisa yakin omongannya? Kesannya kok plin-plan, gitu lho," kata dia.

Ramadhan tidak tahu pasti apa motivasi Nazaruddin yang terus mengeluarkan peluru terhadap politisi-politisi PD, terutama sang ketua umum Anas Urbanigrum. "Memecah belah internal PD dan ciptakan saling-curiga dan ketakpercayaan di kalangan elite pimpinan PD? Tak sedikit pengamat dan publik duga begitu adanya. Faktanya? Wallahu a'lam," kata dia.

Yang pasti, lanjut dia, elit PD malah makin kompak. "Pak SBY yakinkan kami, jangan mudah terombang-ambing info yang tidak jelas. PD adalah partai besar dan tengah diuji kesolidan dan ketangguhannya. Yang benar adalah benar, yang salah pasti harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum. PD tidak hancur karena Nazar. Satu Nazar pergi, seribu kader bertaji siap antre mengganti," terang dia.

Ramadhan mengimbau Nazaruddin untuk segera kembali ke Indonesia dan menyerahkan diri. "Kita minta beliau menyerahkan diri saja, terus sampaikan semua info dan barang buktinya ke KPK, sehingga bisa di-BAP. Kan enak jadinya, sehingga KPK bisa mengusut, mengurai, menyidik kasusnya dan lalu memanggil atau tidak memanggil nama-nama yang ia sebut," harap dia.

(asy/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads