Benny K Harman: Kongres Pakai Uang Itu Hal Biasa

Benny K Harman: Kongres Pakai Uang Itu Hal Biasa

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2011 11:08 WIB
Benny K Harman: Kongres Pakai Uang Itu Hal Biasa
Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin di televisi menuding ada uang US$ 20 juta digelontorkan saat kongres PD untuk memenangkan Anas Urbaningrum. Namun Ketua Departemen Penegakan Hukum PD Benny K Harman menyatakan memakai uang dalam kongres partai itu biasa.

"Dalam kongres, pakai uang itu hal yang biasa. Itu untuk biaya transportasi dan akomodasi. Tapi saya tegaskan tidak ada money politics," ujar Benny ketika dikonfirmasi mengenai pernyataan Nazaruddin di TV bahwa dalam pemenangan Anas ada money politics sampai US$ 20 juta.

Hal itu dikatakan Benny ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (20/7/2011). Benny menambahkan pemakaian uang untuk biaya transportasi dan akomodasi itu sesuai dengan instruksi Ketua Dewan Pembina PD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sesuai dengan instruksi Ketua Dewan Pembina. Tapi kalau soal kongres pakai uang tentunya pasti. Orang-orang daerah itu kan datang naik pesawat, diinapkan di hotel. Pastilah pakai uang," imbuhnya.

Tapi apakah benar biaya akomodasi itu mencapai US$ 20 juta?

"Saya rasa tidak akan sebesar itu. Namanya kongres pasti ada kubu-kubuan. Ya pastilah ditanggung soal penginapan dan lain sebagainya. Tapi itu bukan money politics," tegas Benny.

Dalam sesi wawancara dengan Metro TV sore ini, Selasa (19/7), Nazar begitu berapi-api membeberkan peranan Anas dalam kasus dugaan suap Kemenpora. Tak sedikit pula, Nazar menceritakan aliran dana saat Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu.

Dalam dialog yang berlangsung selama hampir 15 menit tersebut, Nazar juga mengungkapkan bahwa kepergiannya ke luar negeri atas perintah Anas. Saat itu, Anas meminta Nazar kembali setelah pemerintahan berganti.

"Anas bilang sama saya, kalau masalah meledak ente ke Singapura. Setelah perubahan pemerintahan ini pulang. Jelas, ente sabar dulu. Silakan aja ke Singapura dulu," tutur Nazar.

Terakhir, Nazar juga membeberkan proyek di stadion Ambalang senilai Rp 1,2 triliun. Saat itu, proyek dimenangkan oleh PT Adhi Karya dengan cara yang tak wajar. Lalu, Anas kecipratan dari proyek tersebut senilai Rp 50 miliar untuk kepentingan kongres.

"Biaya kongres Anas, pemenangannya dari duitnya dari APBN. Rp 50 miliar dari proyek Ambalang. Saya masukkan dalam mobil box. Ibu Yulianis tahu, Ibu Yulianis sudah diamankan Anas dan istrinya," kata Nazar.

(nwk/fay)


Berita Terkait