"Itu tidak benar, nama saya itu cuma dijual sama Nazaruddin, seolah nama saya ini laku," ujar Benny kepada detikcom, Rabu (20/7/2011).
Menurut Benny, Nazaruddin memutar balik keterangan sehingga seolah Benny mengetahui pertemuan dengan Chandra. "Nama saya dijual sehingga sepertinya saya tahu betul kejadian yang dia bilang. Itu tidak benar," sanggah Benny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya mau bertemu jika itu sifatnya kerja," tuturnya.
Benny yakin jika Chandra tidak menerima suap seperti yang dikatakan Nazaruddin. Chandra tidak mungkin mau menerima suap.
"Apa yang dia (Nazaruddin) bilang bahwa Chandra M Hamzah itu menerima suap saya yakin itu tidak benar. Saya tahu Chandra M Hamzah, orang seperti dia tidak mungkin mau menerima suap," kata Benny.
Benny juga menolak dikatakan dirinya sebagai inisiator pertemuan Anas dengan Chandra. Ucapan Nazaruddin dinilainya bohong.
"Bohong lagi dia itu. Mana ada saya pertemukan begitu," bantah Benny.
Nazaruddin, diminta Benny untuk datang ke KPK. Berikan informasi sebenar-benarnya pada KPK.
"Kalau dia berani datang sajalah ke KPK. Berikan informasi ke KPK. Jangan dari jauh, jangan takut juga kalau memang merasa benar. KPK itu tidak bisa direkayasa dan tidak bisa disuap juga. Tidak benar itu dia hanya jual-jual nama saya saja," tutup Benny.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan Metro TV Nazaruddin mengungkapkan Chandra M Hamzah menerima suap. Menurutnya, Benny K Harman ada saat pertemuan antara Chandra, Nazaruddin dan seorang pengusaha saat memberikan suap untuk proyek pengadaan baju pemilu.
"KPK itu rampok semua. Pada 2010 bulan 11 Chandra ke rumah saya terima uang. Ada bukti CCTV-nya. Menerima uang untuk proyek pengadaan baju pemilu. Ada seorang pengusaha menemui Chandra. Tanya Benny K Harman karena beliau ikut pertemuan itu," kata Nazaruddin.
(nik/fay)











































