Fenomena Terapi di Rel KA Muncul Karena Akses Kesehatan Terbatas

Fenomena Terapi di Rel KA Muncul Karena Akses Kesehatan Terbatas

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2011 09:52 WIB
Fenomena Terapi di Rel KA Muncul Karena Akses Kesehatan Terbatas
Jakarta - Warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, beramai-ramai melakukan terapi dengan tiduran di rel kereta api (KA). Fenomena yang berbahaya ini ditengarai muncul karena akses kesehatan bagi masyarakat ekonomi bawah yang terbatas.

"Kalau ini dilakukan masyarakat kelas bawah, ini dilakukan karena mereka punya pengetahuan tapi akses untuk kesehatan yang terbatas," kata sosiolog Robertus Robert dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (20/7/2011).

Dia menuturkan, masyarakat memiliki pengetahuan dengan tiduran di rel baja yang sedikit mengandung muatan listrik maka beberapa penyakit bisa disembuhkan. Mereka percaya alat semacam itu baik untuk syaraf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka punya pengetahuan seperti itu, tapi untuk mengakses terapi yang layak tidak punya uang, akhirnya pakai cara yang justru membahayakan," tutur akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Robertus berpendapat, jika akses kesehatan bagi masyarakat tidak memadai, ke depannya akan terus muncul hal-hal semacam ini. "Akses kesehatan maupun pendidikan harus lebih diperhatikan. Ini kaitannya juga dengan distribusi keadilan," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, warga di sekitar Rawa Buaya, Jakbar, menjalani terapi di atas rel kereta api. Aktivitas ini biasa dilakoni mereka ketika terik matahari mulai berkurang. Mereka percaya terapi tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

(vit/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads