"Kalau ini dilakukan masyarakat kelas bawah, ini dilakukan karena mereka punya pengetahuan tapi akses untuk kesehatan yang terbatas," kata sosiolog Robertus Robert dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (20/7/2011).
Dia menuturkan, masyarakat memiliki pengetahuan dengan tiduran di rel baja yang sedikit mengandung muatan listrik maka beberapa penyakit bisa disembuhkan. Mereka percaya alat semacam itu baik untuk syaraf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robertus berpendapat, jika akses kesehatan bagi masyarakat tidak memadai, ke depannya akan terus muncul hal-hal semacam ini. "Akses kesehatan maupun pendidikan harus lebih diperhatikan. Ini kaitannya juga dengan distribusi keadilan," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, warga di sekitar Rawa Buaya, Jakbar, menjalani terapi di atas rel kereta api. Aktivitas ini biasa dilakoni mereka ketika terik matahari mulai berkurang. Mereka percaya terapi tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
(vit/fay)











































