"Untuk persiapannya telah tersedia anggaran dari APBD tahun 2011 sekitar RP 20 miliar, sudah mencakup semuanya," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemprov DKI Jakarta, Purba Hutapea.
Hal itu ia sampaikan dalam jumpa pers tentang pelaksanaan penggantian KTP lama menjadi KTP elektronik di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mekanismenya mereka akan dipanggil berdasarkan KK melalui surat panggilan yang telah ditentukan tanggal dan jam kedatangan ke kelurahan," katanya.
Cara ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan massa di kelurahan itu sendiri. Sosialisasi mengenai penggantian e-KTP ini dilakukan dengan 4 cara yakni:
1 Melalui tatap muka kepada seluruh ketua RW dan kepada tokoh masyarakat
2 Melaksanakan iklan support dan dialog interaktif di radio
3 Dialog interaktif di TV
4 Melakukan sosialisasi di media cetak, dan pemasangan poster di lingkungan RT.
Untuk persiapan ini, Dinas Kependudukan Catatan Sipil Pemprov DKI juga merekrut operator sebanyak 1.414 orang. Perekrutan ini akan selesai pada 20 Juli.
"Mereka yang siap mengikuti bimbingan teknis yang akan dilaksanakan Kemendagri. Mereka yang memiliki kompetensi operator komputer," jelasnya.
Selain itu, Pemprov DKI akan melakukan penambahan database kependudukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penggunaan KTP ganda dan pemalsuan KTP.
"KTP ganda dan pemalsuan KTP akan semakin sulit. Data jumlah penduduk semakin akurat serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik semakin optimal," ungkapnya.
(gus/fay)











































