Salah satunya adalah Dedi (26), pegawai swasta di Jakarta ini rela menunggu sejak pukul 05.00 WIB untuk mendapatkan tiket pulang kampung ke Solo dengan menggunakan rangkaian kereta Senja Utama. Meski telah berjam-jam menunggu, dia pulang dengan tangan hampa.
"Saya berangkat untuk tanggal 28 Agustus tapi tidak dapat (tiket)," kata Dedi kepada wartawan di Stasiun Jatinegara, Selasa (19/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kantor pos ternyata belum bisa, padahal pemberitahuannya bisa dibeli H-40, jadinya saya pergi ke stasiun saja. Ini juga nyolong-nyolong jam kerja. Besok coba lagi saja antre," tuturnya.
Di tempat sama, Wakil Kepala Stasiun Jatinegara Weddy Hartono mengatakan guna mengatur lonjakan antrean calon pemudik pihaknya menyediakan nomor antrean bagi para pemudik yang akan membeli tiket.
"Satu formulir sama dengan satu tiket digunakan untuk 4 tempat duduk. Kita tidak melayani formulir antrean untuk dua tujuan. Khawatir disalahgunakan calo," kata Weddy.
Sejak dibukanya pelayanan tiket online untuk calon pemudik, Weddy menambahkan, jalur perjalanan kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Solo tetap menjadi primadona pemudik.
"Hampir rata-rata pemudik tujuan kota besar," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memberlakukan seluruh loket penjualan tiket yang berjumlah enam untuk melayani para pemudik. "Prioritas para pemesan tiket mudik dulu supaya dapat mengurai antrean," jelas Weddy.
Pantauan detikcom di layar televisi Stasiun Jatinegara yang khusus menayangkan sisa kursi, rata-rata tiket yang dipesan ludes terhitung tanggal 24 Agustus, seperti Kereta Api Senja Utama, Fajar Utama, Bogowonto, Senja Utama Solo, dan Gajayana.
(ahy/mad)











































