Pesan melalui BBM ini beredar Senin (18/7/2011). Dalam pesan itu disebutkan, peristiwa pemukulan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB hari ini di kawasan Pancoran, Jakarta. Berikut pesan BBM selengkapnya:
"Pukul 13.00 WIB telah terjadi pemukulan anggota DPR terhadap anggota Polantas yang tengah bertugas di lintasan jalur busway, Pancoran, berawal anggota polantas memberhentikan kendaraan PAJERO hitam nopol B 66 C yang memasuki jalur bus way, tidak terima diberhentikan ANGGOTA DPR tersebut langsung menunjukan kartu anggotanya dan serentak turun cek cok mulut hingga memukul anggota polantas. Terlihat helm polantas jatuh ditengah jalur bus way."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil pengecekan anggota Gakkum, Patwal, PJR, tidak ada anggota yang merasa dipukul oleh anggota DPR. Kalau pun ada kasus ini, anggota pasti melapor ke atasannya. Dan hingga kini belum ditemukan anggota yang diisukan menjadi korban penganiayaan," Kata Sudarmanto saat dihubungi detikcom.
Sudarmanto menambahkan, kalau pun ada kejadian ini tentu pihaknya tidak akan tinggal diam. "Tapi sejauh ini belum ada laporan kasus ini," kata dia.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumowa saat dihubungi detikcom juga berkomentar hampir sama. "Masih dicek, belum ada laporan. Tidak lumrah info itu, biasanya kalau ada ribut-ribut, anggota langsung lapor ke perwiranya dan perwiranya langsung lapor ke saya," kata Royke.
Pesan di BBM itu juga memang kurang valid. Sebab, saat detikcom mengecek nomor polisi B 66 C lewat fasilitas SMS 1717, ternyata nomor polisi itu tidak terdaftar sebagai mobil Pajero. Tapi, mobil Toyota Fortuner 2.5G tahun 2008.
(ndr/asy)










































