Amien Rais Punya Kembaran
Jumat, 25 Jun 2004 15:08 WIB
Jakarta - Sssttt...diam-diam Amien Rais punya kembaran. Gaya dan gaya tuturnya pun persis seperti Amien Rais. Kembaran capres PAN ini dipamerkan di Gedung PP Muhammadiyah, Jl.Menteng Raya, Jakpus, Jumat (25/6/2004).Kembaran Amien Rais itu dipamerkan saat Lembaga Pemberdayaan Swadaya Masyarakat (LPSM) Gema Banten dan ormas se-Provinsi Banten menyatakan dukungannya pada Amien Rais-Siswono sebagai capres-cawapres. Ada 3 alasan mendukung mereka. Pertama, Amien dianggap lokomotif reformasi. Kedua, Amien adalah seorang yang saleh. Ketiga, Amien sosok yang cerdas dan berani. Aspirasi mereka disampaikan pada Ketua Masyarakat Peduli Reformasi (MPR) Din Syamsuddin. Din tahu 50-an tamunya itu kecewa karena tidak bisa langsung bertemu Amien. Din pun menghibur mereka."Meski Pak Amien tidak bisa hadir, tapi beliau mengirim kembarannya," kata Din. Wakil ketua Muhammadiyah itu lalu memanggil kembaran yang dimaksudnya. Tawa hadirin langsung pecah. Sebab kembaran Amien itu adalah seorang anak kecil berusia 8 tahun. Din memperkenalkan anak kecil itu bernama Fikri. "Fikri adalah juara mirip capres Amien Rais dari Lampung," kata Din. Fikri didandani meyakinkan. Dia mengenakan setelan jas dan berdasi.Fikri pede saja menghadapi hadirin yang rata-rata sudah separo baya. Dia berdiri di hadapan hadirin dengan membawa mikrofon. "Saya sangat berterima kasih dan terharu karena telah jauh-jauh untk mendukung saya. Seandainya saya kalah, saya siap. Seandainya saya menang, alhamdulillah," kata "Amien Rais" tanpa didekte dan tanpa membawa teks. Anak kecil itu tampaknya benar-benar menghapal gaya dan pilihan kosakata khas Amien."Kami ingin meningkatkan derajat rakyat dan jangan menjadi bangsa tuli atau kuli bangsa-bangsa," tandas Amien cilik itu lagi dengan logat khas Amien yang tegas."Demikian wakil Pak Amin, statemen-statemennya seperti yang sering disampaikan Pak Amien," kata Dien sejurus kemudian. Kembaran Amien itu tetap di depan hadirin hingga acara berakhir.Lebih lanjut Din menyatakan, atas nama Masyarakat Peduli Reformasi, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan tamunya. "Seperti Pak Amien cilik tadi , dukungan ini menambah semangat serta keyakinan untuk memenangkan perlombaan demokrasi.""Mungkin dukungan ini karena punya pandangan yang sama bahwa reformasi harus digerakkan kembali. Reformasi yang digulirkan sejak 1998 kini dipandang telah kehilangan arah, makna, mungkin karena reformasi tidak dipimpin oleh pelopornya sendiri," papar Din.
(nrl/)











































