"Tidak ada itu tim investigasi," kata Marzuki yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina PD, saat dihubungi detikcom, Senin (18/7/2011).
Pernyataan Marzuki ini dikuatkan ketua tim suksesnya, Max Sopacua. Tim Marzuki tidak pernah membentuk investigasi, semua hasil kongres Bandung telah diterima.
"Tidak ada tim investigasi. Saya ketua Tim Sukses Marzuki Alie, tidak ada tim-tim investigasi," tegasnya.
Pernyataan Marzuki dan Max ini berbeda dengan keterangan dari salah satu anggota tim sukses mereka, Achsanul Qosasi. Tim investigasi dugaan suap, kata Achsanul, pernah dibentuk saat kongres digelar. Sayangnya Achsanul mengaku tidak tahu bagaimana perkembangan dan hasil tim investigasi tersebut.
"Memang ada itu tim investigasi waktu kongres. Saya dengar itu," ujar Achsanul Qosasi kepada detikcom.
Isu tebar uang saat kongres lalu kembali muncul, menyusul tudingan yang dilontarkan mantan bendahara umum PD, Nazaruddin, dari tempat persembunyiannya di negara tetangga. Nazaruddin sudah menjadi tersangka dan kini menjadi buron KPK terkait kasus dugaan suap Kemenpora.
Nazaruddin menyebar isu adanya gelontoran uang senilai Rp 20 miliar dalam pemilihan itu. Tudingan Nazaruddin ini sudah dimentahkan anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok. Ketua Tim Sukses Anas Urbaningrum ini balik menuding Nazaruddin menebar fitnah.
"Enggak ada, enggak pernah ada," tolak Mubarok.
Mubarok yakin, yang memegang BlackBerry Messenger Nazaruddin adalah orang lain dengan tujuan menjelekkan PD. "Kita sudah tahu petanya," klaim Mubarok berteka-teki.
Saat Kongres PD tahun lalu, 3 kandidat ketua umum bertarung di putaran pertama yakni, Marzuki Alie, Andi Mallarangeng, dan Anas Urbaningrum. Pemilihan berlanjut ke putaran kedua yang menyisakan Marzuki dan Anas. Hingga kemudian pemilihan itu memenangkan Anas sebagai Ketum terpilih.
(ndr/nrl)











































