Beban Keluarga Bila Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional

Beban Keluarga Bila Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional

- detikNews
Minggu, 17 Jul 2011 22:09 WIB
Jakarta - Adik kandung mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid, Lily Wahid, mengatakan wajar bila kakaknya diusulkan menjadi pahlawan nasional. Namun hal itu justru membawa beban bagi keluarga. Kenapa?

"Sebetulnya itu (gelar pahlawan nasional) sebuah beban karena apa yang diwariskan tentang kemerdekaan belum mencapai hasil. Rakyat miskin masih banyak, kekayaan kita diobral habis. Kita harus mewujudkan cita-cita Gus Dur," kata Lily.

Hal itu disampaikan sebelum acara bertajuk Meneropong Indonesia lewat Puisi, di Rumah Makan Goda-Gado, Kemang Utara, Jakarta Selatan, Minggu (17/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pengusulan gelar dianggapnya wajar karena menurutnya Gus Dur tidak pernah berhenti berjuang demi kemajuan masyarakat Indonesia. Ia pun memahami bila sebagian warga NU mengusulkan gelar tersebut karena tiap minggunya ribuan warga NU menziarahi makam Gus Dur.

"Setiap hari 6-7 ribu orang tiap akhir minggu datang untuk berziarah ke makam Gus Dur. Sedangkan bila hari biasa 2 ribu orang yang ziarah sehingga bisa dilihat begitu banyak orang yang mencintai dia. Pengusulan itu spontan tapi keluarga tidak keberatan," ujarnya.

Sebelumnya, meski Presiden Indonesia ke-4 ini telah tiada, para penudukung NU tetap mengenangnya. Sebuah spanduk mengenai Gus Dur dibentangkan oleh Banser NU.

Spanduk berwarna putih bertuliskan hitam itu dibentangkan para Banser NU yang berjumlah ribuan di acara Harlah ke-85 NU di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Spanduk polos berukuran 1,3 meter X 3 meter itu bertuliskan 'Gus Dur Pahlawan Nasional'. Para banser membentangkan spanduk itu saat duduk beristirahat di GBK.

(feb/rdf)


Berita Terkait