"Sebetulnya itu (gelar pahlawan nasional) sebuah beban karena apa yang diwariskan tentang kemerdekaan belum mencapai hasil. Rakyat miskin masih banyak, kekayaan kita diobral habis. Kita harus mewujudkan cita-cita Gus Dur," kata Lily.
Hal itu disampaikan sebelum acara bertajuk Meneropong Indonesia lewat Puisi, di Rumah Makan Goda-Gado, Kemang Utara, Jakarta Selatan, Minggu (17/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap hari 6-7 ribu orang tiap akhir minggu datang untuk berziarah ke makam Gus Dur. Sedangkan bila hari biasa 2 ribu orang yang ziarah sehingga bisa dilihat begitu banyak orang yang mencintai dia. Pengusulan itu spontan tapi keluarga tidak keberatan," ujarnya.
Sebelumnya, meski Presiden Indonesia ke-4 ini telah tiada, para penudukung NU tetap mengenangnya. Sebuah spanduk mengenai Gus Dur dibentangkan oleh Banser NU.
Spanduk berwarna putih bertuliskan hitam itu dibentangkan para Banser NU yang berjumlah ribuan di acara Harlah ke-85 NU di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Spanduk polos berukuran 1,3 meter X 3 meter itu bertuliskan 'Gus Dur Pahlawan Nasional'. Para banser membentangkan spanduk itu saat duduk beristirahat di GBK.
(feb/rdf)










































