"Menurut saya kalau kesejahteraan dan keadilan sudah dapat dibangun di negeri ini, itu akan berkurang terorisme dengan sendirinya," kata Wiranto di sela-sela perayaan milad ke-13 Partai Bulan Bintang (PBB) di Kantor DPP PBB, Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/7/2011).
Dia menambahkan, masalah bom dan terorisme tidak bisa dilepaskan dari kondisi rakyat sekarang ini. Selama masyarakat diperlakukan tidak adil dan manusia tidak dimanusiakan, akan terjadi konflik batin dalam diri mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia enggan mengomentari kasus Pondok Umar bin Khattab, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Itu tanya saja pada intelijen," ucap dia sambil berlalu.
Sebelumnya saat polisi menyisir ke Pondok Umar bin Khattab, ditemukan 150 batang anak panah ukuran pendek, 165 anak panah ukuran panjang, 42 ketapel anak panah, 50 batang paku panjang, 50 paku pendek, 50 rangkaian paku yang sudah dirakit, 10 bilah pedang, 9 bilah belati pisau, 1 celurit, 1 kapak, 1 senjata senapan angin, 25 botol bom molotov, 1 jerigen ukuran 10 liter berisi air raksa, 182 buku majalah agama tentang jihad, 3 batang tombak, dan barang lainnya.
Di dalam salah satu ruangan di pondok tersebut, polisi menemukan sketsa denah rencana pengeboman Polsek Mada Pangga, Bima. Terkait kasus ini, polisi sudah menetapkan 7 tersangka.
(vit/nrl)











































