"Ponpes Umar tak memenuhi syarat sebagai ponpes. Ponpes ada kiai yang berpengaruh. Kemudian ponpes itu terbuka, tidak eksklusif, jelas sumber ajarannya," kata Suryadharma saat menghadiri Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2011).
"Ponpes tidak mengajarkan kekerasan, tidak mengajarkan bagaimana santri menghunus parang dan membuat bom," sambung Suryadharma yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, kegiatan Ponpes Umar Bin Khattab bukanlah bagian dari gerakan umat Islam. "Yang merepresentasikan umat Islam, ya, seperti NU ini. Aman-aman saja, tenang, teduh, sejuk, penuh persaudaraan," ucap Suryadharma.
Seperti diketahui, polisi sudah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ledakan di Ponpes Umar Bin Khattab. Kemarin, rumah polisi di kota tersebut diteror bom buku dan 4 empat wanita bercadar, yang diidentifikasi sebagai pelaku, berhasil diringkus. Diduga kuat, teror bom buku adalah aksi balas dendam kepada polisi yang telah mengobok-obok Ponpes.
(irw/vit)











































