Menag: Ponpes Tak Ajarkan Santri Hunus Parang & Bikin Bom

Menag: Ponpes Tak Ajarkan Santri Hunus Parang & Bikin Bom

- detikNews
Minggu, 17 Jul 2011 16:35 WIB
Menag: Ponpes Tak Ajarkan Santri Hunus Parang & Bikin Bom
Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali memastikan Pondok Pesantren Umar Bin Khattab di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ilegal. Ponpes yang diduga terkait dengan jaringan terorisme itu tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana sebuah pesantren.

"Ponpes Umar tak memenuhi syarat sebagai ponpes. Ponpes ada kiai yang berpengaruh. Kemudian ponpes itu terbuka, tidak eksklusif, jelas sumber ajarannya," kata Suryadharma saat menghadiri Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2011).

"Ponpes tidak mengajarkan kekerasan, tidak mengajarkan bagaimana santri menghunus parang dan membuat bom," sambung Suryadharma yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryadharma mengatakan, Ponpes pimpinan Abrory M Ali diketahui menjadi tempat penggemblengan umat Islam garis keras. Seharusnya, sebuah pesantren menjadi wadah untuk mempelajari ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pengembangan ekonomi.

Ia menambahkan, kegiatan Ponpes Umar Bin Khattab bukanlah bagian dari gerakan umat Islam. "Yang merepresentasikan umat Islam, ya, seperti NU ini. Aman-aman saja, tenang, teduh, sejuk, penuh persaudaraan," ucap Suryadharma.

Seperti diketahui, polisi sudah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ledakan di Ponpes Umar Bin Khattab. Kemarin, rumah polisi di kota tersebut diteror bom buku dan 4 empat wanita bercadar, yang diidentifikasi sebagai pelaku, berhasil diringkus. Diduga kuat, teror bom buku adalah aksi balas dendam kepada polisi yang telah mengobok-obok Ponpes.


(irw/vit)


Berita Terkait