“Kami dulu hidup tenang, tapi saat ini kami hidup dalam penderitaan. Kami ingin sekali hidup damai seperti di masa lalu,” kata Phaosan Jehwae, saat berbincang dengan detik.com, Minggu (17/07/2011) dini hari.
Keinginan kedamaian itu diekspresikan penyair yang bernama Melayu Cikwan Fauzan dengan membacakan puisi berjudul “Patani Berdarah vs Ramadhan Yang Damai” saat pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara V di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sabtu (16/07/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika menggunakan nama Melayu, susahlah untuk maju. Tapi sekarang kondisi itu mulai beransur hilang. Tapi saat ini kami sangat membutuhkan kedamaian. Saya di sini
menyuarakan kedamaian, dan mohon doa agar kedamaian menyapa rakyat Patani, apalagi sebentar lagi bulan ramadan,” ujar dosen yang mengajar sebuah universitas Islam di Patani dan pernah kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini.
(tw/lrn)










































